Baca Juga : BONGKAR DULU TERSANGKA KEMUDIAN
Dalam prakteknya, pemilik proyek berhak memutuskan kerjasama jika kontraktor gagal memenuhi janji. Tapi celakanya, PPK Prasarana Strategis II, Balai Prasarana Permukiman wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Tengah selaku wakil pemerintah pusat, justru melakukan sebaliknya.
Alih-alih kena penalti, kontraktor PT Sentra Multikarya Infrastruktur yang mengalami kedodoran pada proyek itu, justru malah diberi kelonggaran berupa amendemen perjanjian berupa perpanjangan waktu melaksanakan proyek yang berakibat bertambahnya konsesi untuk meraup keuntungan di proyek ini.

Hasil riset Trilogi menyebutkan, untuk tahun anggaran 2020 lalu Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR melalui BPPW Provinsi Sulawesi Tengah, telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan rekontruksi pendidikan dasar Fase 1 B senilai Rp37,413.102.000, yang digarap oleh PT Sentra Multikarya Infrastruktur, dan konsultan pengawas dikelolah oleh PT Yodya Karya.
Berikut daftar sekolah yang mendapat alokasi anggaran rekontruksi dan rehabilitasi senilai Rp37,4 Miliar yang tersebar di Kota Palu dan Kabupaten sigi.
Kota Palu
1. SD Inpres Buluri
2. SD Swasta Al Akbar
3. MTsS Walisongo Palu
4. SD Islam Iqra Petobo
5. SDN 1 Petobo
6. SDN 2 Petobo
7. SDN Inpres Petobo
8. SMKS Justitia
9. TK Annisaul Khairat
10. TK KT Bamba
11. TK Nosarara
12. MTsN 3 Kota Palu
Kabupaten Sigi
1. MTsS Alkahirat Bobo
2. MTsS Alkahirat Kaleke
3. MTsS Alkahirat Balamoa
4. MIS Alkhairat Bangga
5. MTsS Alkahirat Niadul Khairat Pombewe
6. SD Islam Terpadu Insan Gemilang
7. RA Darul Ilman
Sampai berita ini diterbitkan 19 bangunan sekolah dengan konsep green building dan menggunakan material ramah lingkungan berupa precast K-375, baja ringan dan alumunium itu masih dalam tahap pelaksana di masa tenggat proyek.
