TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Dugaan Kriminalisasi Kades Soulowe | Politika Desa Menggoyang Proses Hukum !

Follow TRILOGI untuk mendapatkan informasi terbaru. Klik untuk follow WhatsApp Chanel & Google News

Donggala – Sidang kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kades Soulowe, Warham (WH), memasuki babak baru dengan tanda tanya besar di balik proses hukum yang berlangsung lambat.

Di tengah berlarutnya persidangan, sejumlah warga Desa Soulowe mulai mempertanyakan apakah ini sekadar kriminalisasi atas latar belakang politik desa, di mana kekalahan dalam pemilihan kepala desa sebelumnya diduga menjadi pemicu serangan terhadap WH.

Dukungan kuat dari masyarakat setempat, yang menilai kepala desa mereka difitnah, semakin menguatkan dugaan adanya politisasi dalam kasus ini.

Tak sedikit pula yang bertanya, mengapa pihak keluarga korban berambisi sekali untuk memberhentikan Kades Soulowe alias WH ? Sehingga muncul akun-akun fake yang berserakan dengan kompak menggiring opini-opini publik terkait kasus ini.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber terkait dengan persoalan ini yang dimuat dalam rilis yang dibuat oleh Anggota tim kuasa hukum WH yang diterima Trilogi Sabtu 26 April 2025 dijelaskan bahwa sidang berikutnya dijadwalkan pada 29 April 2025, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak pelapor, Kalbus.

Namun, ketidakhadiran saksi dalam beberapa sidang sebelumnya menjadi sorotan. Ketua Majelis Hakim, Niko Hendra Saragih, SH, MH, menegaskan pentingnya kehadiran saksi untuk memperkuat dakwaan.

“Saudara Jaksa harus menghadirkan saksi dari pihak pelapor untuk memperkuat laporan. Jika hanya tiga orang kemarin, maka laporan dari pelapor belum cukup kuat,” ujar Niko dalam persidangan sebelumnya.

Pakar hukum yang juga Ketua Tim Kuasa Hukum WH, Dr. Egar Mahesa, SH, MH., C.DM.C.Med., menilai pihak pelapor dan keluarga korban tidak mematuhi prosedur hukum dan dianggap kurang komitmen dalam mendukung laporan yang telah mereka ajukan kepada kepolisian Polres Sigi.

Hal ini membuat bukti dan saksi dari pihak pelapor belum cukup kuat di hadapan majelis hakim.

“Pihak keluarga korban atau pelapor tidak taat prosedur dan dianggap tidak komitmen terhadap laporan yang telah mereka laporkan ke pihak berwajib,” katanya.

Dukungan Masyarakat & Tuduhan Politisasi

Sementara itu, dukungan masyarakat terhadap WH terus mengalir. Banyak warga Desa Soulowe yang hadir di pengadilan sebagai bentuk solidaritas.

Halaman Selanjutnya :Banyak warga yang hadir untuk mengawal jalannya persidangan. Salah satunya adalah Fadli,...