Sudah barang tentu Aktor dibalik semua itu dilakukan oleh oknum pemain lama yang sudah menjadi rekanan langganan tetap di bagian Operasi Perangkat Daerah (OPD). Wanita dewasa yang mungkin usianya sekitar 40 an itu, kini disebut-sebut memiliki jaringan lobi kuat untuk menggolkan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Poso ketika itu.
Dari teman ngobrol meningkat menjadi teman berdiskusi, lalu menjadi teman bisnis. Makin asyik, makin mendalam hubunganya. Dari urusan pribadi merembes ke urusan proyek. Hal ini tergambarkan dari kesimpulan sepenggal cerita penuturan sumber Trilogi.co belum lama ini.
“ini yang dia lakukan selama ini. Ibu Seha sudah lama jadi kontraktor di Poso. Mungkin karena ada kedekatan, sampai dia bisa menang dan garap dua proyek sekaligus. Ini yang tidak jeli orang lihat. Ini permainan,” singkat sumber Trilogi.co.id belum lama ini agar meminta identitasnya tidak disebutkan.
Ummi Seha Umar, sudah dipastikan mengetahui persis apa yang telah dilakukanya sepanjang karirnya sebagai konraktor. Namanya muncul dalam sengkarut pengaturan kuota sejumlah paket kegiatan proyek yang dihelat Dinas PUPR, Kabupaten Poso. Figur yang diduga memiliki jaringan lobi kuat, berpengaruh dalam mengatur siasat dalam mendapatkan jatah proyek.
Dengan kejadian ini, tentunya publik menunggu gerakan pihak aparat yang terkait untuk menelusuri kegiatan yang diduga telah melanggar serta menyerempet rambu dalam proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Poso. Akankah, ini menjadi petunjuk awal bagi aparat hukum untuk memutus mata rantai permainan ini?. Kita tunggu kelanjutanya..
