Mereka menilai bahwa pernyataan terkait agama tertentu dalam acara yang bersifat umum harus disikapi dengan hati-hati.
“Kami berharap ada transparansi dalam penjelasan dari pihak terkait, agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Festival Persahabatan Sulteng awalnya digagas sebagai ruang interaksi lintas budaya yang bertujuan mempererat hubungan sosial antar komunitas di Sulawesi Tengah.
Dengan adanya polemik ini, banyak pihak berharap agar ke depannya komunikasi antara penyelenggara dan pemerintah lebih baik, sehingga esensi acara tetap terjaga sebagai sarana kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
PMKRI Palu menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada klarifikasi resmi dari Gubernur Sulawesi Tengah.
“Kami hanya ingin memastikan tidak ada narasi yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Semua pihak harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait isu sensitif seperti ini,” tutup Ponsianus.
