TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

“Abal-abal” Versi Anwar : Ketika Wartawan di Lecehkan dari Podium Resmi

Follow TRILOGI untuk mendapatkan informasi terbaru. Klik untuk follow WhatsApp Chanel & Google News

Disebut “abal-abal” oleh seorang kepala dinas di Sigi, wartawan tak hanya dilecehkan, tapi juga diludahi secara simbolik di forum resmi. Ini bukan seloroh. Ini bentuk nyata pelecehan profesi wartawan terekam tanpa sensor oleh pejabat yang tampak bangga.

Insiden pelecehan profesi wartawan itu terjadi Senin siang, 2 Juni 2025. Aula Kantor Bupati Sigi ramai oleh kegiatan verifikasi “Kabupaten Layak Anak”, forum yang mestinya sarat pesan perlindungan dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Tapi di tengah sesi foto bersama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, Anwar, mendadak menyulut bara.

Saat dua wartawan mengambil dokumentasi lebih dulu karena fotografer Humas Pemkab belum muncul, Anwar berujar sinis sambil tertawa:

“Tunggu-tunggu, foto ulang. Ini baru asli. Yang tadi itu semua abal-abal.”

Kalimatnya mungkin ringan. Tapi maknanya menampar keras ke muka profesi jurnalistik.

Baca Juga : Kapolda Sulteng Dikecam oleh JMSI Sulteng atas Pelecehan Jurnalis SCTV Palu ! Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Ucapan Anwar sontak menciptakan kegaduhan di antara para jurnalis. Bukan hanya karena isinya meremehkan, tapi karena dilontarkan di forum resmi oleh pejabat publik yang semestinya menjadi teladan.

Pernyataan singkat itu sontak memicu reaksi keras dari insan pers.

Salah satu yang angkat bicara adalah Mohamad Salam, kontributor Kantor Berita Antara untuk wilayah Sigi. Ia menyayangkan sikap pejabat publik yang dinilai tidak menghargai kerja jurnalistik.

“Seharusnya seorang kepala OPD bisa lebih bijak dan menghargai kerja-kerja jurnalistik. Apalagi kami sedang menjalankan tugas dalam forum resmi. Ucapan seperti itu sangat tidak pantas,” ujar Salam melalui keterangan tertulis yang diterima Trilogi.

Nada serupa disampaikan Fery, wartawan Koran Sulteng Raya. Ia menilai pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Sigi mencoreng profesionalisme pers.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Heboh! Dirlantas Polda Sulteng Diduga Hina Jurnalis SCTV Palu karena Ponsel