TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

UNTUNG RUGI DIJALAN NEGARA

ANGGARAN HILANG, RUSAK JALAN TERBILANG

Sampai akhir Agustus 2019 ini, sudah ratusan miliar duit Negara yang digelontorkan oleh Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, untuk manangani kondisi jalan disepanjang ruas Bungku – Bahodopi – Bts Sultra, di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang Rabu kemarin memasuki triwulan ketiga.

Anggaran itu digunakan untuk biaya rehabilitasi hingga preservasi jalan medio 2016 – 2019. Potensi kerugian Negara bisa makin besar bila memperhitungkan banyaknya jalan rusak yang berlubang dan ambelas . Kerugian yang ditanggung Negara bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Kecelakaan lalu lintas merupakan tantangan terbesar tahun ini, di Ruas jalan ini, risiko terbunuh dikenderaan semakin tinggi dengan koyaknya banyak ruas jalan. Bak jerawat raksasa, lubang-lubang akan muncul segera setelah turun hujan. Aspal menuju batas Sulawesi Tenggara kurang “intim” dengan jalanan. Sangat mudah terkelupas, apalagi daerah yang acap banjir. Pihak BPJN XIV Palu menuding faktor geologi dan gangguan alam sebagai pemicunya.

Baca Juga : JEMBATAN MAHAL, SIAPA BERMAIN ?

“Jadi disitu kan hanya 4 kilo saja yang bermasalah itu, selain kondisi tanahnya melorot, dan gangguan alam dan kemudian grade nya juga masih terlalu tinggi, jadi kami mengusulkan untuk menurunkan grade. Sebenarnya kita usulkan alisterase, tapi itu juga tidak bisa memang karena kondisi tanahnya disitu kayaknya memang melorot,” Kata Kepala BPJN XIV Palu, Satrio Utomo, melalui PPK 3.7 Satker PJN Wilayah III, Nurhasnah, yang dihubungi Rabu 28 Agustus 2019.

Diakuinya, untuk penanganan ruas preservasi jalan sepanjang 108 kilometer dari batas Kota Bungku menuju batas Sulawesi Tenggara, ada 4 kilometer kondisi jalanya yang cukup parah dengan tingkat bervariasi akibat factor alam dan kondisi geologis. Namun dia memabantah, jika kerusakan-kerusakan itu, diakibatkan oleh kelalaian kontraktor pada proses pelaksanaan kurang maksimal pada proyek anggaran tahun tahun sebelumnya.

Jalan rusak sepanjang jalan Kecamatan Bungku Selatan menuju Batas Sulawesi Tenggara.

Foto dok : Koran Trilogi

“Jadi penanaganan kita itu yang di bête-bete, programnya belum ada. Yang sekarang ini hanya sekadar holding Fog and Seal saja. Saya melihat sumber masalah disana itu sebenarnya kan air. Hasil evalusai kita juga untuk jalan kearah batas, itu yang ambelas akibat tanah timbunan, bukan tanah dasar. Saya waktu masuk untuk tangani ruas ini, kondisinya sudah seperti ini. Jadi kalau dibilang kesalahan kontraktor saya no komen pak soalnya say baru tangani ruas ini. Khusus Bete-bete  saat ini kan sementara kita tangani pembuatan saluran perbaikan talud supaya air itu terarah jalannya agar tidak masuk ke badan jalan,” ungkapnya.

Baca Juga : JALAN NEGARA DI BETE-BETE BELUM “MERDEKA” DARI JALAN RUSAK

Halaman Selanjutnya :Mantan PPK 13 Ruas Pagimana – Batui ini mengatakan, untuk permasalahan kondisi...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.