INFRASTRUKTUR

JALAN NEGARA DI BETE-BETE BELUM “MERDEKA” DARI JALAN RUSAK

Infrastruktur jalan Negara diwilayah lintas timur provinsi Sulawesi Tengah yang terintegrasi dengan provinsi Sulawesi Tenggara, belum sepenuhnya “Merdeka” dari jalan rusak. Salah satu jalan yang belum tersentuh perbaikan sejak tiga tahun terakhir ini, ruas jalan Bahodopi – Bts Sultra tepatnya di desa Bete-bete, Kecamatan Bungku Selatan yang kondisinya sangat memperihatinkan.

Terperosok sebuah mobil minibus Kijang Inova saat melintas di ruas jalan Nasional di Desa Bete-bete, Kecamatan Bungku Selatan. Foto : Dicky Yuliady to Koran Trilogi

Jalan yang berkondisi berlubang dan menanjak itu, kini berlumpur semakin parah di sepanjang jalan, terlebih usai diguyur hujan. Sehingga jalan dengan kontruksi lapisan tanah itu, berubah menjadi jalan licin.

Baca Juga : METODE BARU PENANGKAL EXPANSIFE

Pengendara yang melintasi jalan tersebut, menuntut pemerintah pusat segera memperbaiki kerusakan jalan itu supaya kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang rusak itu dapat dihindari. Apalagi jalan yang berlubang dan kondisi licin dan menanjak itu dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalulintas.

“Sudah sejak beberapa tahun terakhir hingga sampai saat ini, jalan disitu tidak tersentuh perbaikan dan seolah dibiarkan rusak.” Kata Dicky Yuliady, seorang pebisinis asal kota Palu yang mengaku bolak balik Palu – Kendari itu, kepada Koran Trilogi, belum lama ini.

Dicky Yuliady

Kondisi jalan seperti itu, kata Dicky Yuliady, sangat mengganggu aktivitas warga, baik yang melintasi dari ibu Kota Morowali ke Kendari, begitu pun sebaliknya. Sudah sering juga pengendara baik roda dua maupun roda empat terjadi kecelakaan tunggal setelah melintasi jalur tersebut.

“Dua minggu lalu, waktu saya ke kendari, ada satu unit mobil kijang Inova warna hitam masuk jurang, katanya sih selamat semua penumpangnya. Kejadian itu, mengingatkan kembali dengan mobil box saya yang juga terbalik dijalur ini karena kondisi jalan licin dan menanjak. Waktu itu mobil saya muat barang cat dari Palu mau ke kendari.” Bebernya.

Dicky Yuliady beserta pengendara lainya tentunya berharap agar pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR segera melakukan perbaikan jalur tersebut, agar tidak menimbulkan terjadinya kecelakaan kembali dijalur ini.

“Saya berharap agar pemerintah cepat memperbaiki jalur ini. Karena kasihan, kalau melintasi jalur ini, banyak kenderaan yang antri, karena kenderaan diberi kesempatan satu-satu untuk menanjak karena kondisi berlubang, licin dan menanjak,” pintanya.

Berdsarkan riset Koran Trilogi, untuk penanganan ruas jalan Bungku – Bahodop – Bts Sultra, adalah kewenangan dari Direktorat Jendral Bina Marga, Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu dengan total panjang mencapai 108 kilometer meliputi ruas Bungku – Bahodopi sepanjang 42 kilometer, kemudian Bahodopi – Bts Sultra sepanjang 66 kilometer. Peta ruas jalan Nasional di Provinsi Sulawesi Tengah ini, melalui Kepmen PUPR nomor 248/KPTS/M/2015, yang menjadi kewenangan di Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah III melalui PPK 3,7.

Untuk Tahun Anggaran (TA) 2016 – 2017 Kementrian PUPR mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Preservasi rehab jalan Bungku – Bahodopi – Bts Sultra, senilai Rp35.442.189.000, yang dikerjakan oleh PT Radjata Membengun Negeri, dengan lokasi pekerjaan Km 568 + 000, Km 570 – 300, Km 580 – 080, Km 583 – 880.

Kemudian TA 2017 – 2018 Kementrian PUPR mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Preservasi Pemeliharaan rutin jalan Bungku – Bahodopi – Bts Sultra, senilai Rp7.948.999.000, yang dikerjakan oleh PT Karya Anuntolufu, dengan lokasi pekerjaan Km 518 + 000, Km 624 – 000.

Lalu Kemudian pada TA 2018 – 2019 Kementrian PUPR kembali mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Preservasi jalan Bungku – Bahodopi – Bts Sultra, senilai Rp34.184.482.000, yang dikerjakan oleh PT Karya Anuntolufu. Untuk penanganan ruas jalan dengan total panjang mencapai 108 kilometer itu sesuai Kepmen PUPR nomor 248/KPTS/M/2015, yang menjadi kewenanagan Negara, dengan pembiayaanya dibebankan melalui APBN pusat.

Kepala BPJN XIV Palu, Satrio Utomo dan PPK 3,7 Ruas Bungku – Bahodopi – Bts Sultra, Nurhasnah, yang dikonfirmasi Koran Trilogi melalui pesan elektronik terkait dengan persoalan untuk penanganan ruas jalan trans Sulawesi di desa Bete-bete di Kecamatan Bungku Selatan, tidak merespon. Sampai berita ini diterbitkan, pihak BPJN XIV Palu yang bertanggungjawab penuh atas penanganan jalan Negara lintas Provinsi pada trans Sulawesi itu belum bisa dihubungi.

Untuk diketahui ruas jalan Bungku – Bahodpi – Bts Sultra ini merupakan dari panjang ruas Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III dibawah naungan BPJN XIV Palu. Untuk penanganan ruas tersebut, perlu mendapat perhatian oleh pemerintah karena selain jalur ekonomi rakyat, poros lintas timur Sulawesi inilebih dominan dimanfaatkan sebagai jalaur lintas ekonomi dan industry.

Disana dikenal dengan aktivitas perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, dimana komoditas karet ini telah merambah sebagai usaha rakyat bagi warga pedesaan . Belum lagi berbicara tentang industry pertambangan nikel yang erat kaitanya dengan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Morowali.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Koran Trilogi - Berdiri diatas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Trilogi.co.id tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun. WWW.TRILOGI.CO.ID

Facebook

Copyright © 2019 Trilogi.co.id All Right ReservedThemetf

To Top