Bahkan teknologi terkini, dari Nikel atau Cobalt yang digabungkan dengan Lithium (cukup5%) dapat dibuat powerbank kapasitas besar untuk kebutuhan rumah tangga, baterai pesawat drone dan kebutuhan lainnya. Sebagai contoh Powerbank dengan daya supply 5.000 watt dan daya simpan 20 jam dapat mengurangi pengeluaran untuk pembayaran listrik PLN sampai dengan 80 persen.
Ilustrasinya bila satu rumah tangga membayar rekening listrik sebesar 1 juta rupiah perbulannya, maka dengan menggunakan Powerbank, rumah tangga tersebut cukup membayar sebesar 200 ribu rupiah saja. Apalagi harga Powerbank tersebut diperkirakan sekitar 15 juta rupiah saja. Ini akan sangat berdampak kepada efisiensi dari sejumlah aktifitas usaha yang menggunakan energi listrik dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing daerah dan Indonesia.
Medan Magnit dan Kesiapan SDM
Dua keputusan Presiden Jokowi di bulan Agustus tahun 2019 memiliki arti dan makna tersendiri bagi provinsi Sulawesi Tengah bersama tiga belas kabupaten-kota. Saat ini Provinsi Sulawesi Tengah telah menjadi medan magnit bagi sejumlah Investor, namun kesemuanya itu berpulang kepada kesiapan daerah.
Saat ini di PT IMIP, Indonesia Morowali Industrial Park, kabupaten Morowali sedang dibangun pabrik baterai Lithium terbesar di Dunia, dengan nilai Investasi sekitar 56 triliun rupiah. Masih banyak lagi calon investor yang akan mengembangkan industri yang terkait dengan pemanfaatan Nikel, Chrom dan Cobalt. Gagasan tol Tambu-Kasimbar juga sudah direspon oleh sejumlah investor luar melalui kontak yang disampaikan kepada saya.
Dan yang menarik juga datang dari direktur Bank Daerah Sulawesi Tengah, Rahmat Haris. Melalui diskusi singkat di bandara Mutiara Sis Al-Jufri mengemukakan ingin mengajak bank-bank daerah di Kawasan Timur membentuk konsorsium untuk membiaya jalan Tol Tambu-Kasimbar itu.
Katakanlah kalau investasi per kilometer sekitar 150 milyar rupiah, dan panjang jalan Tol tersebut hanya sekitar 20 km, maka investasi yang diperlukan sekitar 3 triliun rupiah. Ini tentunya adalah hal yang positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah timur. Belum lagi terkait dengan pembangunan pelabuhan fery di Tambu dan Kasimbar, serta pembangunan Kawasan-kawasan industri lainnya.
Mengakhiri tulisan ini, bahwa kesemua yang diulas di atas berpulang kepada kesiapan daerah dan sumberdaya manusianya. Tagline Jokowi dalam sambutan di pidato kenegaraan tanggal 16 Agustus 2019, “SDM Unggul dan Indonesia Maju” harus disikapi oleh daerah. Harus dikembangkan sejumlah Pendidikan vokasi yang melahirkan keahlian kompetensi logam dan mineral, keahlian non logam dan mineral seperti industri pracetak galian C, Pendidikan vokasi terkait dengan penyediaan pangan, pariwisata serta sejumlah keahlian penunjang lainnya.
