TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

TOL TAMBU-KASIMBAR & BATERAI LITHIUM, SULAWESI TENGAH MENJADI MEDAN MAGNET

Keputusan resmi Presiden itu tentunya dapat memperkuat dan mempercepat relaisasi Tol Tambu-Kasimbar itu yang lebarnya hanya 20 km saja, dan hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit dari Tambu Selat Makassar ke Kasimbar Teluk Tomini.

Tol Tambu-Kasimbar Sebagai Jembatan Ibukota Baru & Kawasan Timur

Dampak ikutan dari pembangunan Tol Tambu-Kasimbar adalah kebutuhan pembangunan Pelabuhan Fery di Tambu, Kabupaten Donggala dan Kasimbar di kabupaten Parigi Moutong. Tambu – Kasimbar akan menjadi Kawasan Strategis, karena bisa berperan sebagai simpul Pertumbuhan dan Pemerataan baik dari Utara dan Selatan, maupun dari Timur dan Barat.

Ilustrasi simulasi ibu kota baru Tol Tambu-Kasimbar untuk kawasan Timur Indonesia.

Bahkan jalur logistik yang akan menghubungkan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melalui Tol Tambu – Kasimbar tidak perlu lagi melalui kota Palu kemudian ke Tambu. Dari Pelabuhan Fery Kabonga di Donggala, kendaraan diseberangkan dengan Fery menuju ke Pelabuhan Tambu yang diperkirakan hanya satu jam, sehingga akan menghemat waktu sekitar 5 jam dibandingkan kalau melalui kota Palu. Masih banyak lagi efek domino yang akan muncul bila gagasan ini dapat didesain dan dikelola dengan baik.

Baterai Lithium Morowali

Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2019 tentang kendaraan bermotor dengan bahan penggerak baterai, lagi-lagi menguntungkan Sulawesi Tengah. Morowali dan Morowali Utara adalah dua kabupaten yang memiliki cadangan Nikel, Chrom dan Cobalt terbesar sebagai komponen utama baterai penggerak kendaraan listrik.

Ilustrasi pengisian kenderaan listrik di Negara Belanda
Halaman Selanjutnya :Medan Magnit dan Kesiapan SDM
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.