TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Soeharto Pahlawan Nasional atau Otoriter? Bedah Buku DEMA FTIK UIN Datokarama Palu Ungkap Fakta !

Sementara itu, Rey Rangkuti, yang juga aktif sebagai aktivis ’98, menentang pandangan tersebut, menekankan bahwa pemerintahan Soeharto cenderung mengabaikan asas keadilan sosial dan lebih memprioritaskan kekuasaan di tangan segelintir elit.

Ketua DEMA FTIK, Ridzki Efendi, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar seminar ini bisa menjadi bukti bahwa kampus dapat menjadi media penengah bagi pro dan kontra terkait pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

“Kami berharap, melalui seminar ini, kampus bisa menunjukkan peran aktif dalam memfasilitasi diskusi yang sehat dan konstruktif. Kami tidak hanya menghadirkan pembicara dari satu sisi, tetapi dari dua perspektif yang berbeda,” ujarnya.

Dengan mengangkat tema yang tengah hangat diperbincangkan di media sosial dan ruang publik, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi FTIK sebagai lembaga pendidikan yang mampu mengadakan diskusi berkualitas dan relevan dengan isu-isu nasional.

Ridzki juga berharap acara ini dapat mempercepat pembangunan fasilitas di Kampus Dua, serta menarik lebih banyak mahasiswa untuk bergabung dengan UIN Datokarama.

Halaman Selanjutnya :Seminar dan bedah buku Orde Baru ini menjadi contoh nyata bagaimana DEMA...