Selain itu, Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag, Rektor UIN Datokarama, dan Prof. Dr. H. Saepudin Mashur, S.Ag., M.Pd.I, Dekan FTIK, turut berbagi perspektif mereka.
Tidak ketinggalan, penulis buku Wawan H. Purwanto, pengamat politik Rey Rangkuti, serta sejarawan Muhammad Nur Ahsan dan pemerhati gerakan mahasiswa Muhammad Sadig, turut meramaikan diskusi dengan pandangan mereka.
Soeharto, yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama lebih dari tiga dekade, dikenal dengan prestasinya dalam menurunkan inflasi, menciptakan kemandirian pangan, serta membangun infrastruktur.
Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik kepemimpinannya, terutama terkait pelanggaran HAM, korupsi, dan sentralisasi kekuasaan yang dianggap otoriter.
Dalam seminar ini, Wawan Purwanto membela sosok Soeharto sebagai pahlawan nasional, mengingat berbagai kontribusinya yang membentuk Indonesia modern.
