Sementara itu, Akademisi UIN Datokarama Palu, Taufik Lasenggo, mengingatkan bahwa pembangunan harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Seluruh produk ilmu pengetahuan dan teknologi, katanya, harus berorientasi pada kemaslahatan manusia tanpa merusak daya dukung lingkungan.
“Semua produk teknologi yang kita pakai harus ramah lingkungan sehingga tidak mengkhawatirkan kehidupan kita hari ini maupun masa depan generasi berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan eksploitasi sumber daya alam tetap dapat dilakukan selama tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Di sisi lain, Tokoh Muda Al-Khairaat Muhammad Sadig mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan daya pikir kritis akibat ketergantungan terhadap Artificial Intelligence (AI).
“Mahasiswa itu ingat satu hal, kembali membaca buku dan kembali berdiskusi. Buku akan menjadi rujukan. AI bisa membantu mengumpulkan data, tetapi kemampuan berpikir tetap harus dimiliki manusia,” tegasnya.
Sesi dialog berlangsung dinamis. Mahasiswa mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari memori kolektif gerakan mahasiswa terhadap institusi kepolisian, polemik penempatan personel Polri pada jabatan sipil, efektivitas rekrutmen anggota Polri, penanganan peredaran narkotika, maraknya aksi balap liar, hingga pentingnya pendekatan preventif dan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di penghujung kegiatan, seluruh narasumber sepakat bahwa terwujudnya Polri untuk Masyarakat tidak hanya bergantung pada institusi kepolisian. Kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, keterbukaan, dialog yang berkelanjutan, pelayanan yang berkeadilan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan kue HUT Bhayangkara ke-80 oleh Ketua FORMA PMII Sulawesi Tengah sebagai bentuk penghormatan kepada institusi Polri. Potongan kue diserahkan secara simbolis kepada AKP Akbar selaku perwakilan Polri, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh narasumber, pengurus forum, dan peserta sebagai simbol kuatnya sinergi yang terus dibangun antara Polri dan masyarakat.
