Sebelum menjadi Bupati Sigi, ia lebih dahulu menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sigi. Di parlemen daerah itulah, kepiawaiannya membangun komunikasi, menjembatani kepentingan rakyat dan pemerintah, serta menjaga dinamika politik lokal diuji dan dibuktikan.
Ia tidak membawa gaya birokrasi yang formal dan kaku. Ia membawa gaya anak muda—lugas, cair, tapi bernas.
Pembawaannya yang riang, khas anak komunitas hiburan, membuatnya mudah diterima berbagai kalangan. Tertawanya yang keras adalah simbol ketulusan. Ia tidak pandai menyimpan dendam, tapi sangat tahu kapan harus tegas dan kapan harus menertawakan hidup.
Kini, sebagai Bupati, Mohamad Rizal Intjenae tidak melupakan masa lalunya. Ia tetap merawat semangat kreatif dan inklusif. Sejak terpilih belum lama ini, prioritasnya bukan hanya infrastruktur, tapi juga membangun ruang sosial, membangkitkan kepercayaan diri masyarakat, dan menyuntikkan jiwa ceria dalam pelayanan publik.
Ia tetap menjadi penggerak, sebagaimana dulu menghidupkan Madness dan Radio Nebula. Tapi kini panggungnya lebih luas—seluruh Kabupaten Sigi.
Meskipun dua sahabatnya telah tiada Tahmidy Lasahido dan Moh. Ichsan Loulembah. Tapi semangat mereka tidak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam senyum dan kerja keras Mohamad Rizal Intjenae. Dalam keputusan-keputusan yang ia ambil. Dalam ruang-ruang publik yang ia hidupkan.
Selamat ulang tahun ke-61, Kanda Mohamad Rizal Intjenae. Semoga Allah SWT terus menjaga langkahmu, memberi kesehatan, dan menuntunmu dalam pengabdian terbaik bagi rakyat Sigi.
