TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KORUPSI JUMBO DIMULUT MACAN

Menurut sumber Koran Trilogi,  pipa rusak karena desainnya salah. Akibatnya pasir dan kerikil menumpuk dalam pipa, hingga tersumbat, pipa pun pecah. Apalagi ada dugaan pipa yang dibeli dan disapang di jalur Saluki menuju Oloboju bukan pipa yang dipersyaratkan dalam RAB dan speksifikasi pipa. Bukan pipa pabrikan yang disyaratkan dalam aturan dan kesepakatan sebelum proyek ini dilakukan.

FAKTA TERJADI DIBALIK SPAM PASIGALA

Di tengah upaya penyidik TIPIDKOR,  menyelidiki dugaan korupsi mega proyek SPAM regional Pasigala yang dibangun di wilayah Kabupaten Sigi, pada hari Rabu 9 Mei 2018, tim TIPIDKOR Polda Sulteng menangkap basah sejumlah pekerja proyek yang mengganti pipa PN 8 dengan pipa PN 10.

Lokasinya berada di desa Lambara, Kalawara dan Pandere. Saat itu juga, oleh tim Tipikor Polda untuk dihentikan karena mega proyek SPAM Pasigala dalam proses penyelidikan Tipikor Polda Sulteng. Bahkan pengungkapan dugaan korupsi mega proyek Pasigala juga dikoordinasikan langsung ke komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI di Jakarta.

Sumber Koran Trilogi menjelaskan, kegiatan penggantian pipa PN 8 dengan pipa PN 10  diduga sebagai tindakan untuk menghilangkan bukti, sebagaimana temuan penyidik sebelumnya bahwa ada sekira 100-an pipa yang pernah diganti tidak sesuai dengan spesipikasi. Apalagi proses penggantian pipa yang ditemukan pada Rabu itu, dilakukan diam-diam oleh petugas yang diduga dari BWSS tanpa koordinasi kepada penyidik Polda Sulteng.

Disampaikan sumber, penyidik Tipikor yang datang tersebut langsung meminta pekerja untuk menghentikan pekerjaan, di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru. Pipa sendiri yang diganti sudah hampir seluruhnya diganti.

“Mereka tertangkap langsung, saat membongkar dan mengganti pipa. Ini agar yang sudah terpasang dinyatakan clear oleh PPK PA supaya dibayar 100 persen,” jelas sumber yang meminta identitasnya tidak dipublis.

Padahal, penggantian tersebut, tidak sesuai dengan prosedur perubahan asset Negara. Bahkan, penggantian ini juga tidak dikoordinasikan dengan penyidik, yang kini tengah melakukan penyelidikan terkait proyek ini. “Ini kan indikasi dilakukan diam-diam agar bukti hilang,” ujar sumber lagi.

Berbagai data yang dihimpun menyebutkan, penyelidikan mega proyek SPAM Pasigala yang juga dalam perhatian KPK RI karena menggunakan anggaran ratusan miliar dibangun sejak tahun 2014-2015. Mega proyek tersebut dinilai manfaatnya belum banyak dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Sigi, Kota Palu dan Donggala.

Sesuai desain awal mega proyek tersebut dari Intake ke instalasi pengolahan air (IPA) harusnya debit air per detiknya sekira 300-an. Namun karena ada perubahan desain  mengharuskan IPA dibangun diluar dari perencanaan pertama dan akhirnya dibangun di lokasi desa Oloboju yang memiliki jarak jauh dan tempat ketinggian membuat debit air tidak sesuai dengan desain yang diharapkan. Ada dugaan, sering  pecahnya jaringan pipa SPAM Pasigala, selain tidak sesuai spek juga beban pipa yang tidak mampu  menampung debit air.

Kesimpulan pada penanganan perkara SPAM PASIGALA, banyak pihak yang menuding hanya sekedar menghambur keuangan Negara dan menjadi lahan bancakan oleh segelintir oknum –oknum yang terciprat didalamnya. Untuk itu Kepolisian Republik Indonesia melalui Polda Sulteng yang baru saja merayakan hari ulang tahun  Bhayangkara ke 74 Tahun,  diminta untuk segera membuka kembali perkara ini, mengusut tuntas praktek-praktek nakal oleh segelintir oknum yang memanfaatkan anggaran Negara untuk dijadikan bancakan.

Mata rantai permainan itu akan terus menggurita, jika hal ini terus dibiarkan. Untuk itu kita tunggu gerakan pihak aparat hukum Polda Sulteng untuk memutus mata rantai permainan ini.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

Related posts:

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.