TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KORUPSI JUMBO DIMULUT MACAN

Bencana 28 September lalu, tambah Harsono  lagi, telah merusak seluruh jaringan instalasi air bersih di seluruh kawasan Pasigala, termasuk SPAM Pasigala. “Air bersih pun menjadi masalah pokok, krusial dan mendasar,” tandasnya. Pasca bencana, SPAM Pasigala, salah satu jadi prioritas utama dalam program pemulihan di Pasigala. Sebab, air bersih adalah hak dasar warga yang wajib dipenuhi oleh negara. Pemenuhan hak hidup.

“Sampai hari ini blum bisa digunakan, sehingga masyarakat Palu, Sigi, dan Donggala masih kesulitan air bersih. Polda harus seriusi tangani kasus itu, jangan justru kasus tersebut sengaja dijadikan alat bargaining untuk mencari keuntungan, kasus tersebut sudah cukup lama tapi tidak jelas akhirnya,” pungkasnya.

Catata redaksi Koran Trilogi tiga tahun lalu, perkara ini menyedot perhatian publik saat penyelidikan dibuka. Beberapa orang yang terlibat dalam urusan proyek jumbo itu telah dimintai keterangan atas tidak berfungsinya kegiatan yang menyedot ratusan miliar uang Negara. Puluhan miliar uang Negara menguap, yang merupakan rekor tertinggi dalam skandal proyek di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pembangunan SPAM Pasigala sendiri bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi. Bahwa pembangunan SPAM Pasigala merupakan tindak lanjut atas kesepakatan bersama antara Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kota Palu, Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Kabupaten Donggala yang tertuang dalam surat  No.30/KB/D/2013, No.AM.01.09-DC/KSB/03/2013, No.650/10/DINAS.CKPTR/2013, No.690/3432/pu.esdm, No.600/0892/Pemda.Kab.Sigi/2013, dan No.690/0950/PDAM/2013.

Pembangunan SPAM Pasigala merupakan bagian dari program pencapaian MDGs Tahun 2015. Dalam kegiatan SPAM Pasigala, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III berperan dalam bagian perencanaan dan pembangunan konstruksi intake dan jaringan transmisi hingga Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru.

Pemenuhan kebutuhan air minum di kawasan regional Pasigala memanfaatkan sumber air Sungai Saluki di Kabupaten Sigi sebesar 600 lt/dtk, yang pembangunannya dilakukan secara bertahap yaitu jangka pendek (Fase 1) sebesar 300 lt/dtk dan jangka panjang (Fase 2) sebesar 300 lt/dtk. Pembangunan SPAM Pasigala ini akan mampu memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala sampai tahun 2025.  Pembangungan konstruksi intake dan jaringan transmisi yaitu Bendung Air Baku Saluki memiliki lebar Mercu 31,5 m dan tinggi Mercu 3,5 m.

Berbagai data yang dihimpun Koran Trilogi, menyebutkan, penyelidikan mega proyek SPAM Pasigala yang juga dalam perhatian KPK RI karena menggunakan anggaran ratusan miliar dibangun sejak tahun 2014-2015. Mega proyek tersebut dinilai manfaatnya belum banyak dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Sigi, Kota Palu dan Donggala.

Sesuai desain awal mega proyek tersebut dari Intake ke instalasi pengolahan air (IPA) harusnya debit air per detiknya sekira 300-an. Namun karena ada perubahan desain  mengharuskan IPA dibangun diluar dari perencanaan pertama dan akhirnya dibangun di lokasi desa Oloboju yang memiliki jarak jauh dan tempat ketinggian membuat debit air tidak sesuai dengan desain yang diharapkan. Ada dugaan, sering  pecahnya jaringan pipa SPAM Pasigala, selain tidak sesuai spek juga beban pipa yang tidak mampu  menampung debit air.

Berdasarkan riset Koran Trilogi dari beberapa sumber menyebutkan desain awal proyek pemasangan pipa Sambungan Penyediaan Air Minium (SPAM) regional Palu, Sigi, dan Donggala Pasigala dimulai tahun 2008, dan proyek ini seharusnya selesai pada tahun 2016. Gonta ganti kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III), dan sering terjadi pergantian Satker serta PPK memengaruhi jalannya proyek bernilai kurang lebih Rp 500 miliar ini. Nilainya cukup besar.

Di desain awal proyek pembuatan intake di Desa Saluki Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kecepatan air 300 liter per detik, tapi faktanya saat ini tidak seperti rencana awal,  tidak cukup 300 liter per detik. Tetapi hanya 150 liter per detik. Dengan kapasitas 150 liter tentu tidak akan mampu melayani wilayah Pasigala seperti yang direncanakan pemerintah pusat melalui Dirjen Air Bersih Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Jangankan untuk melayani wilayah Kota Palu, Sigi, dan Donggala,  untuk melayani Palu saja sudah sulit, disebabkan air tidak jalan, disebabkan banyaknya pipa yang pecah. Hasil penelusuran di lapangan ketika itu mulai dari Intake Saluki hingga ke IPA yang terletak di Desa Oloboju Kabupaten Sigi sedikitnya ada 108 buah pipa pecah.

Pantauan di lapangan juga, di jalur Saluki menuju Oloboju  pipa SPAM regional yang dipasang tidak sesuai dengan perencanaan, alias maladesain atau gagal perencanaan. Pasalnya,  pipa yang dipasang tidak sesuai jalur yang direncanakan di awal proyek ini dimulakan. Pipa terlalu merayap ke bawah, ketika air dijalankan dengan kecepatan penuh maka pipa akan pecah.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :FAKTA TERJADI DIBALIK SPAM PASIGALA
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.