TERBIDIK RASUAH PROYEK 42 MILIAR
Harga nilai proyek persatu unit jembatan pada ruas Tagolu – Ampana, Provinsi Sulawesi Tengah, naik gila-gilaan. Saat ini tidak bisa dikendalikan. Harga pengerjaan proyek penggantian jembatan Kasimbuncu cs diduga digelembungkan, berkali-kali lipat. Dikerjakan oleh PT Wanita Mandiri Perkasa (WMP) dan PT Surya Baru Cemerlang (SBC). Mengapa nilai proyek jembatan bisa semahal ini ?.
BEBAN BERAT JEMBATAN 42 MILIAR

Tak banyak pilihan tersedia bagi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN XIV Palu) melalui unit kerja di Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III. Sepertinya uang Negara dengan nilai fantastis Rp42.129.000.000,- untuk membiayai penggantian delapan unit jembatan dengan total panjang 70,7 meter tak ada artinya lagi. Jembatan yang merupakan salah satu struktur dibuat untuk melewati dengan menyeberangi itu, sudah jadi barang mewah : Rp595.884.016 per meter.
“Saya kira itu di mark up, digelembungkan, sengaja dipermainkan anggaranya yang ada itu. Artinya kita juga sering memeriksa pekerjaan yang hal seperti ini,” kata Harsono Bareki, ketua Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Provinsi Sulawesi Tengah yang didampingi Sekretaris KRAK, Abdul Salam Adam, kepada Trilogi.co.id, belum lama ini.
Selain Harsono Bareki, Abdul Salam Adam juga menambahkan jika pada proyek ini, mengindikasikan adanya ketidakwajaran dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek penggantian jembatan Kasimbuncu cs. Selain masalah harga, realisasi paket yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) TA 2018 dengan nilai kontrak Rp42.129.000.000,- itu, kuantitas dan kualitasnya dituding tidak sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.
“Jalan saja satu kilo, jalan aspal satu kilo itu cuman kena satu miliar, kalau aspal lapen itu. Tapi ini kan hanya pekerjaan jembatan. Kemudian juga lokasinya juga yang strategis dekat dengan material. Kan tidak mungkin material dimuat pakai pesawat. Masah sih proyek semahal itu, bagian kontruksinya bisa dicungkil pakai tangan, apalagi kalau pakai linggis,” bebernya.
Untuk meluruskan hal tersebut KRAK Sulteng, berencana akan melaporkan permasalahan ini kepada aparat penegak hukum. Penggiat anti rasuah itu telah menemukan sejumlah fakta kejanggalan yang patut dijadikan indikasi dugaan penyimpangan pekerjaan penggantian jembatan Kasimbuncu cs, yang dihelat PPK 11 Ruas Tagolu – Ampana, dibawah naungan Satker PJN wilayah III ini. “Iya kami sementara menyusun laporanya, dan dalam waktu dekat ini kami akan laporkan ke aparat penegak hukum. Kalau saya melihat ini ada permainan antara Satker. Jadi yang paling, yang harus bertanggungjawab ini Satker kemudian PPK yang bertanggungjawab terhadap fisik dan keuangan,” tegasnya.
