TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KORUPSI JUMBO DIMULUT MACAN

WAS-WAS PERKARA LAWAS

Beban kerja penyidik Tindak Pidana Korupsi (TIPIDKOR) Polda Sulawesi Tengah makin berat. Perkara proyek SPAM Palu, Sigi, Donggala (PASIGALA) akan menguji nyali penyidik. Polisi menyetop perkara proyek senilai 500 miliar yang diduga terindikasi rasuah. Hingga tiga tahun ini tidak ada kejelasan : Ganjil dan tak masuk akal.

Baca Juga : MENCARI DALANG SPAM PASIGALA

Baca Juga : PESTA PORA SPAM PASIGALA

Polisi telah melakukan serangkaian panjang dalam menyelidiki perkara yang diduga kuat dapat menyerempet sejumlah pihak. Meski ada jejak korupsi, pengusutan perkara jauh dari pokok perkara. Setelah bertahun-tahun menyelidik, polisi belum menaikan status penyelidikan ke tahap penyidikan. Ini langkah penting yang ditunggu masyarakat Sulawesi Tengah. Hanya sebagian orang tetap ragu apakah akan diikuti dengan menjerat pihak yang terkait.

Keraguan itu muncul lantaran Polisi terkesan amat lamban. Penyelidik ini sudah memeriksa beberapa pihak yang berurusan dalam penanganan proyek berbiaya jumbo di PASIGALA. Hasil penyelidikan beberapa tahun lalu ikut mengendap, meskipun sebagian itu jelas mengandung unsur tindak pidana.

“Saya kira kami dari KRAK tetap akan mendorong TIPIDKOR Polda untuk mengusut kasus tersebut, karena sudah cukup besar uang Negara disitu, tapi sampai hari ini belum bisa digunakan” Ungkap Harsono Bareki, Kordinator Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Provinsi Sulawesi Tengah, kepada Trilogi, belum lama ini.

Kasus proyek SPAM Pasigala, mendapat kritikan dari beberapa penggiat korupsi di Sulawesi Tengah, kordinator KRAK Provinsi Sulawesi Tengah, Harsono Bareki, kepada Koran Trilogi, mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus SPAM Pasigala dan penanganan kerusakan pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi 28 September 2018 lalu.

Harsono, mengatakan pada tahun 2009, Negara melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengucurkan mega proyek SPAM Pasigala di Sulteng. Pekerjaannya ini dilaksanakan dengan tahun jamak (multi years). Mega proyek SPAM di kawasan Kota Palu, Sigi dan Donggala yang selanjutnya disebut SPAM Pasigala. Sumber airnya dari sumber air baku Sungai Saluki Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi.

“Direncanakan SPAM Pasigala secara resmi difungsikan pada tahun 2016, begitu bunyi norma yang diterapkan secara eksplisit dalam dokumen perjanjian antara Kementerian PUPR, Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, Pemkab Sigi, dan Donggala,” tuturnya.

Namun demikian, disaat uji coba pertama gagal. Pipa pecah, kasus ini sudah diinvestigasi Koran Trilogi. Daya tahan pipa tidak mampu menahan kecepatan air dengan kapasitas 300 meter kubik per detik. Jika uji coba itu mulus, direncanakan tahap selanjutnya akan menampung kapasitas air 600 meter kubik per detik.
Dikatakannya, rencana induk SPAM Pasigala akan diinterkoneksikan ke seluruh layanan penyediaan air bersih kebutuhan rumah tangga, industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan Pasigala.

“Lebih dari Rp 500 miliar anggaran negara telah digelontorkan ke pembangunan SPAM Pasigala. Namun belum berfungsi baik, dan belum memiliki nilai manfaat yang lebih seperti yang diharapkan,” ungkapnya.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Bencana 28 September lalu, tambah Harsono  lagi, telah merusak seluruh jaringan instalasi...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.