Hadir pula dalam acara itu Ketua Koalisi Muharram Nurdin dan Bupati Sigi Irwan Lapatta, yang juga sedang cuti kampanye.
Dalam sambutannya, Yahdi Basma menekankan bahwa Gubernur Rusdy Mastura bukan hanya dikenal karena pembangunan fisik, seperti Hunian Tetap (Huntap) di Balaroa, Tondo, Petobo, dan Donggala, tetapi juga karena warisannya yang tertanam dalam hati warga penyintas.
Empat tahun setelah bencana, banyak warga yang masih bertahan di tenda dan Hunian Sementara (Huntara), tetapi Rusdy Mastura disebut berhasil memberikan harapan dengan pembangunan Huntap yang layak dan fasilitas publik yang memadai.
Yahdi juga menyoroti keberanian Rusdy dalam membebaskan lahan untuk pembangunan Huntap dan memperjuangkan percepatan sertifikasi hak atas tanah bagi warga.
Langkah tersebut, menurutnya, merupakan komitmen nyata untuk memastikan bahwa rakyat tidak kehilangan hak-hak dasar mereka setelah bencana.
Ketua Koalisi Muharram Nurdin menambahkan, Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir pernah mengambil langkah kontroversial dengan menarik dana penyertaan modal Bank Sulteng senilai Rp60 miliar lebih untuk percepatan penanganan pasca-bencana, meski langkah ini dinilai berisiko.
