Untuk menjaga ketersediaan cadangan dan optimalisasi bijih nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Buka-bukaan soal pabrik pengolahan Smelter Bahodopi Pomalaa HPAL Projeck.
Vale berencana akan membangun pabrik pengolahan bijih nikel di Bahodopi, Kebupaten Morowali, Sulawesi Tengah dengan menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang akan mengolah 73.000 metrik ton nikel pertahun dengan dukungan delapan fasilitas lini Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).
Baca Juga : Pabrik Smelter dan PLTG Energi Gas Bumi Milik Vale akan Berdiri di Kawasan Bahodopi
Sementara untuk proyek Pomalaa HPAL projeck, berdiri diatas lahan area kontrak karya seluas 20,286 hektar yang dibangun oleh perusahaan patungan yang dibentuk oleh Sumitomo Metal Mining (SMM) dan Vale Indonesia.
Saat ini Vale baru meresmikan pelabuhan PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta bangunan kantor diarea pelabuhan untuk menunjang operasional.
Hal ini sebagai bentuk PT Vale Indonesia dalam mewujudkan komitmenya dalam investasi yang tertuang dalam amandemen kontrak karya dengan merealisasikan kedua proyek smelter di Provinsi Sulawesi Tengah dan dan Sulawesi Tenggara.
Untuk proyek smelter di Bahodopi yang berdiri diatas lahan kontrak karya seluas 16,395 hektar dikawasan blok 2 dan blok 3 ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu pembangunan smelter yang digarap oleh perusahaan patungan atau Joint Ventur (JV) yaitu Tisco dan Xinhai serta proyek penambangan yang dilakukan oleh Vale Indonesia.
