Hal tersebut sudah tertuang dalam perjanjian jangka waktu antara PT Vale Indonesia dengan SMM yang saat ini dalam tahapan finalisasi bersama dengan detil perjanjian jual beli bijih, perjanjian penjualan produk dan perjanjian pemegang saham.
Baca Juga : Margin PT Vale Naik AS$271,5 juta di Kuartal III Tahun 2021
Hingga saat ini PT Vale Indonesia bersama mitra berupaya untuk mempercepat proses perijinan dan kesiapan tahapan operasional agar memastikan proyek ini akan berjalan sesuai aturan.
Untuk memastikan semua berjalan, pada tanggal 2-5 November lalu, Direktur PT Vale, Dani Widjaja beserta tim bersama Executive Project IMP Asia Africa, Frederico Coutinho Leal, Director Engineering IGP, Luiz Carlos de Oliveira, Director Mine Exploration, Kessel Godinho de Sa, secara khusus, melakukan kunjungan ke Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara untuk melihat langsung kesiapan rencana pengembangan proyek.

Dalam kunjungannya di dua Provinsi itu, Frederico Coutinho Leal, Luiz Carlos de Oliveira, Dani Widjaja beserta tim mendatangi area rencana pelabuhan di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, mengunjungi rencana pembangunan pabrik pengolahan di Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, overview rencana tambang dan infrastrukturnya di Blok Bahodopi, kunjungan ke area rencana test mining di Blok 3 Bahadopi. Serta melakukan peresmian kantor di area pelabuhan Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
“Proyek di Bahodopi dan Pomalaa feasibility studynya sudah hampir selesai. Saat ini proses perizinannya sedang diselesaikan. Kalau dari sisi teknis intinya bagaimana kita bisa menambang dengan baik sehingga proyek ini menjadi investasi yang menguntungkan. Kita perlu memberikan imbal hasil yang positiv untuk para pemegang saham kita,” kata Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Dani Widjaja, melalui rilis yang diterima Trilogi.
