TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Dukung Hilirisasi Nikel, Vale Buka-Bukaan Soal Smelter Bahodopi Pomalaa HPAL Projeck

Untuk menjaga ketersediaan cadangan dan optimalisasi bijih nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Buka-bukaan soal pabrik pengolahan Smelter Bahodopi Pomalaa HPAL Projeck.

Baca Juga : PT Vale Paparkan Target Penurunan Emisi Karbon Sektor Energi di COP 26

Kedua mitra PT Vale Indonesia yakni Tisco dan Xinhai dikabarkan telah menandatangani dokumen perjanjian kerangka kerjasama proyek (PCFA) pada 24 Juni lalu untuk membangun fasilitas pengolahan bijih nikel di Bahodopi dan Pomalaa.

Vale membeberkan saat ini studi tahap akhir sedang dijalankan untuk memastikan kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan aman dan layak untuk secara ekonomis untuk memastikan ketersediaan pasokan material bijih nikel.

Selain itu untuk tahapan studi lanjutan juga, sedang dijalankan oleh mitra Join Ventur Vale untuk pembangunan smelter beserta pendukungya yang berlokasi diwilayah Desa Sambalagi, Bungku Pesisir, Morowali.

Dari hasil penambangan bijih nikel di blok 2 dan blok 3, kemudian diangkut melalui transaportasi laut menuju smelter Sambalagi. Saat ini proses ijin ligkungan dan ijin-ijin lainya tengah berproses di Pomalaa.

Diarea operasional itu, Vale Indonesia akan melakukan penambangan bijih Limonit dengan kadar rata-rata 1,36 persen Ni dan produksi sebanyak 5,3 juta metrik ton basah per tahun yang selanjutnya diumpankan ke pabrik HPAL.

Selain itu juga, Vale akan menambang bijih Saprolit dengan kadar rata-rata 1,76 persen Ni dengan jumlah produksi 4 juta metrik ton basah per tahun.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Margin PT Vale Naik AS$271,5 juta di Kuartal III Tahun 2021