Begini Strategi Vale Adopsi Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Bagi Petani di Bahodopi

  • Bagikan
Pertanian Sehat Ramah Lingkungan
PT Vale Indonesia Tbk

Untuk mendorong pertanian sehat ramah lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) diwilayah operasi pertambangan, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengajak petani di Empat Desa binaan di Morowali, Sulawesi Tengah ikut pelatihan.

Ada 60 orang petani di Empat Desa di Bungku Timur melakukan pelatihan yang diselengarakan oleh PT Vale Indonesia melalui program PSRLB diarea pemberdayaan Blok Bahodopi.

Pertanian Sehat Ramah Lingkungan
Dok Foto PT Vale Indonesia Tbk

Diagendakan pelatihan PSRLB tersebut akan berlangsung selama tujuh hari yang dimulai pada 6 Desember lalu.

Ke 60 peserta pelatihan itu berasal dari Desa Bahomotefe, Bahomoahi, Ululere, dan Kolono.

Baca Juga : PT Vale gandeng DPRD Sulteng Gagas Pengembangan Ekonomi dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan

Diketahui program PSRLB tersebut adalah menerapkan konsep selaras dengan alam yang memiliki nilai ekologis, sosialogis dan ekonomis.

Nantinya program PSRLB ini diharapkan bisa terimplementasi oleh petani dalam mengelolah pertanian dengan cara yang modern, sehingga mewujudkan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan.

Baca Juga : Peduli Kesehatan, PT Vale Serahkan Hibah Gedung Puskesmas ke Pemkab Morowali

Hal itu dikatakan oleh Direktur Corporate Affairs and General Admin PT Vale Indonesia Tbk, Yusuf Suharso, melalui rilis yang diterima Trilogi, Jumat 17 Desember 2021.

“Pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan mengedepankan kearifan lokal dan kemandirian, sebagai tindakan koreksi dari metode bertani konvensional yang hanya mengandalkan pupuk kimia dan pestisida,”katanya.

Yusuf Suharso menuturkan, program pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan sebagai salah satu Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya masyarakat tani yang berada didaerah pemberdayaan PT Vale Indonesia Tbk di blok Bahodopi.

“Program ini tentu mengedepankan skala prioritas tiga kawasan yang sangat dekat dari area operasional. Tiga Kawasan tersebut, kawasan wilayah kerja, kawasan wilayah peran dan kawasan wilayah sosial dengan mengedepankan belajar dari pengalaman, melalui proses belajar secara alamiah mengalami, mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan,”paparnya.

Baca Juga : Ihktiar Vale Mentransformasi Sumber Daya Mineral Bagi Pertambangan Berkelanjutan

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Abd.Muttaqin SP mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut, apalagi dilanjutkan dengan pendampingan selama satu tahun kedepan.

“Diharapkan para petani dapat memanfaatkan waktunya sebaik-baik mungkin untuk hadir, dan mengambil banyak ilmu dari pelatihan dan berharap daerah ini menjadi pusat pertanian organik kedepan,”ujarnya.

  • Bagikan
error: Content is protected !!