TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

DUA SUMBU PENJEPIT SANDRINA

MAIN SETIP PROYEK MAKAN MINUM

JATAH makan minum para atlet pelajar selama di pemusatan latihan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, diduga digarap oleh oknum orang dalam dan dikerjakan secara gotong royong. Modusnya mulai dengan meminjam sederet perusahaan serta mengkadali sejumlah aturan untuk menggarap proyek. Perusahaan pemenang diduga menggunakan perusahaan keluarga.

Dugaan Konspirasi yang bakal menyeret Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLP-PPLP-D) bersama kolega, menyingkap tabir indikasi rasuah di Satuan Kerja (Satker) Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Tengah. Dua Paket Angaran Belanja Makan dan Minum Atlet Pelajar yang dibiayai  APBN dan APBD diborong sekaligus oleh Perusahaan yang berkantor dialamat rumah pribadi milik Sandrina Kaliey

Kantor CV Cahaya Sasa, sekaligus Rumah Pribadi Sandrina Kaley, di BTN Palupi Permai K, No.3, Kota Palu.

Kurun waktu dua tahun terakhir Perusahaan keluarga milik Sandrina Kaliey CV Cahaya Sasa, sudah menjadi rekanan strategis Dinas Dispora Provinsi Sulawesi Tengah. Selama kurun waktu itu, perusahaan ini berhasil menggarap dan memenangkan lelang proyek yang terbilang besar di Daerah ini.

Salah satunya adalah proyek pengadaan Belanja Makan dan Minum Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP-PPLP-D) Tahun 2018. Proyek ini diselenggarakan oleh Dinas Dispora Provinsi Sulawesi Tengah. Portal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Sulawesi Tengah, itu menyebutkan proyek yang di biayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp742.590.000, dan APBD Sulteng senilai Rp457.550.000, diborong oleh perusahaan CV Cahaya Sasa, yang diumumkan pada 11 Mei Tahun 2018.

DUA KAKAP KONCO PPK

KALANG KABUT IRIGASI SALUGAN

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Saat lelang, proyek pengadaan belanja makan dan minum atlet pelajar masing –masing...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.