TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

DUA SUMBU PENJEPIT SANDRINA

Saat lelang, proyek pengadaan belanja makan dan minum atlet pelajar masing –masing diminati 22 peserta lelang. Tapi, dari 22 perusahaan peserta lelang, yang di biayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp742.590.000, hanya 4 perusahaan yang memasukan penawaran, sementara 18 perusahaan sisahnya hanya ikut mendaftar saja. Kemudian yang di biayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulteng senilai Rp457.550.000, hanya 2 perusahaan yang memasukan penawaran, sementara 20 perusahaan sisahnya hanya ikut mendaftar saja.

Menurut data perusahaan CV Cahaya Sasa, dengan NPWP : 71.498.479.6-831.000, berlamat di BTN Palupi Permai K No. 03, Kota Palu, diketahui berkantor dirumah pribadi milik Sandrina Kaliey, yang diketahui sebagai Kepala Seksi PPLP Dispora Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus menjabat sebagai PPK pada proyek tersebut. “Benar sudah alamat ini, disebelah ini sudah rumahnya ibu Sandrina pegawai Dispora. Dulu dia guru sekarang dia Dispora,” kata salah seorang tetangganya yang menyebutkan terhadap kami saat melakukan penelusuran belum lama ini.

Soal keberadaan kantor CV Cahaya Sasa dengan alamat yang sesuai dari laman LPSE yang diduga kuat milik keluarga Sandrina terkuak setelah mengitari sejumlah komplek perumahan didapati jika alamat tersebut hanya sebuah rumah tinggal pribadi saling gandeng berwarna putih. Menurut keterangan sejumlah tetangganya, tidak mengetahui persis jika dialamat yang kami tujukan itu dilakukan sebagai aktifitas sebagai kantor CV Cahaya Sasa. Hanya saja, dari penuturan singkat dengan tetangga Sandrina, mengakui jika CV Cahaya Sasa benar adanya milik kelurga Sandrina. “Benar sudah itu kalau CV Cahaya Sasa miliknya, karena anaknya ibu Sandrina itu namanya Sasa,” katanya sembari menambahkan, jika dirumah tersebut kerap rame didatangi koleganya setiap saat.

Dihari yang sama, kami mencoba melakukan penelusuran di asrama penampungan PPLP yang berlokasi tepat persis depan gedung Madani Palu. Digedung yang dihuni sebanyak 51 atlet pelajar yang terdiri dari PPLP 37 orang dan PPLD 14 orang itu, kami pun disambut oleh dua orang petugas keamanan gedung, masing-masing Arif Rifan dan Arif. Kedua petugas keamanan itu mengakui jika pada pengelolaan untuk makan dan minum para peserta dilakukan oleh Sandrina. “Disini ibu Sandrina PPKnya, dia semua yang urus semua makanan yang ada disini. Pokoknya disini sehari dikasih makan sebanyak tiga kali dengan menu beda –beda,” singkat keduanya.

Ditempat yang berbeda, PPK proyek di satuan Kerja (Satker) Dinas Dispora Provinsi Sulteng sekaligus yang diduga nyambi sebagai kontraktor dari CV Cahaya Sasa, Sandrina Kaliey, yang berhasil ditemui disela-sela kesibukanya saat akan membagikan makanan buat para peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) serta oficial disalah satu hotel di Kota Palu, memilih irit komentar. Bahkan Sandrina Kaliey yang saat itu didampingi dua orang rekanya yang juga oknum pegawai Dispora Sulteng mencoba menghalangi dan mengalihkan pertanyaan-pertanyaan  yang layangkan. “PPLP ada 37 PPLD 14 dibiayai oleh daerah. Pelatih ada dua setiap cabor, PPLP ada empat cabang olahraga, PPLD 4 cabang olahraga,” kata Sandrina Kaliey, sembari menambahkan, Saya karna di Dispora yang mengelolah yang menangani untuk PPLP, saya sebagai pengelolah juga disitu, pengelola PPLP, saya PPK juga.

Ditanya soal pembiayaan dan perusahaan pemenang CV Cahaya Sasa yang mengerjakan proyek belanja makan dan minum peserta atlet PPLP dan PPLP-D  tersebut, wanita yang diperkirakan berusia 49 tahun yang didampingi dua orang oknum pegawai Dispora Sulteng saat itu, berkelit jika perusahaan CV Cahaya Sasa itu miliknya, meskipun alamat perusahaan pemenang yang tertera dilaman LPSE berada tepat dikediaman pribadinya. “Itu dilelang… yang itu, cahaya sasa. Cahaya sasa ada orangnya yang ada direkturnya,” katanya dengan nada rendah sembari mengatakan, ada 12 kabupaten. PPLP percabor, Dia Pembiayaanya berbeda-beda tapi tempatnya satu.  Tiga kali dikasih makan, pagi siang malam sesuai jadwal selama kontrak satu tahun.

Selain Sandrina Kaliey, dua orang pegawai Dispora yang belum diketahui namanya, saat itu sedang mendampinginya mencoba menghalangi kami dengan mengarahkan untuk pertanyaan lain tidak seputaran paket yang saat ini dikelolah Sandrina Kaliey. “Pak..pak yang dibahas ini apanya sebenarnya mengangkat PPLP atau masuk dalam pertanyaan kepengusutan yang bapak mau angkat ke trilogi.  Ini berita atau pengusutan. Kalau saya liat ini bpk punya pertanyaan, saya dengar-dengar berapa orang, berapa kali makan, kaya kepengusutan begitu. Sementara kita ini kan pembahasan pengangkatan mengarah mengarah kesana.  Sekarang orientase bapak ini mau angkat apanya pengusutanya ini, kalau begitu sama sama libatkan dengan ULPnya saja ibu,” kata pria yang mengaku sebagai panitia POPDA.

JEJAK PROYEK, UMI SEHA UMAR

Related posts:

Halaman Selanjutnya :KORTING GANJIL PROYEK JALAN PLAKAT CENDRAMATA, PROYEK IBU SEKDA Disaat bersamaan pula,...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.