Sejak awal sudah dipastikan Pemkab Donggala menjamin proyek ini bermanfaat besar bagi warga Kecamatan Sindue. Lalu dipilihlah kontraktor lokal yang sesumbar menggunakan uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menggarap proyek ini. Meski banyak menyerempet rambu, proyek yang dikerjakan oleh kontraktor dari PT. Graha Keyong, yang dikendalikan seorang pengusaha lokal di Palu ini digeber agar terus melaju. Belakangan, proyek yang menggerus uang daerah senilai Rp9.925.000.000, mulai rusak akibat kualitas pekerjaan buruk.
Hal ini tentunya tidak sedikit masyarakat menuding jika kualiatas Proyek itu, dinilai masyarakat telah menyalahi bestek. “Masa belum cukup satu tahun hasilnya sudah seperti ini. Pekerjaan macam apa ini,” kesal sejumlah warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kepada Trilogi.co. akhir lalu.
Sungguh ironis, Miliaran rupiah uang Daerah untuk membiayai proyek peningkatan struktur jalan Masaingi – Ape Saloya TA 2018 yang dihelat Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Donggala, sudah tampak rusak. Kondisi aspal jalan sangat tipis dan lapisan pondasi jalan menggunakan material jauh dibawah standart sehingga menimbulkan kerusakan dan usian jalan itu sendiri. Hal ini terlihat jelas, sudah dipastikan jika saat prosesnya dilakukan secara asal.
“Hama ini uang miliaran rupiah hasilnya seperti ini pak. Kami meminta kepada pemerintah atau penegak hukum untuk memperbaiki kembali dan mengusut proyek di desa kami. Ini kami anggap hanya menghambur-hamburkan uang daerah ini pak. Kasihan sekali kami hanya petani ini,” pintanya.
Menanggapi keluhan dari sejumlah masyarakat di Kecamata Sindue, yang dilaluli proyek senilai Rp9.925.000.000 ini, Bupati Donggala, Kasman Lassa beserta bawahanya Kadis PU BMPR Kabupaten Donggala, Syafrullah, yang dihubungi secara terpisah melalui sambungan nomor telfon keduanya, enggan berkomentar dan menutup diri rapat-rapat. Sampai berita ini diterbitkan, keduanya masih memilih bungkam.
Sementara itu, seorang pengusaha lokal bernama Frengki yang diduga kuat mengendalikan dan mengerjakan proyek tersebut dengan modus perusahaan pinjaman, ketika dikonfirmasi Rabu,12 Desember, memilih bungkam terkait dengan proyek yang ditanganinya. Sepertinya, Frengki sapaan akrabnya itu, mengetahui persis jika dilakukanya itu sangat bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam dunia kontruksi. Namun hal ini dilakukanya, tentunya hanya untuk mengejar keuntungan besar dengan cara mengkaali proyek itu menjadi samar-samar baik.
Hasil penelusuran trilogico.id akhir pekan lalu, banyak ditemukan kondisi ruas jalan tersebut, hasilnya tidak maksimal. Kondisi lapisan aspal jalan yang sangat tipis sehingga menimbulkan lapisan pondasi dasar jalan itu timbul kepermukaan aspal sensite. Selain kondisi ketebalan aspal dikebiri, penggunaan material speksifikasi lapisan pondasi jalan diduga kuat semuanya mengunakan material jauh dibawah standart atau tidak melalui frekuensi pengujian pengendalian kepadatan dan kadar air paling sedikit harus satu pengujian (SNI 03-2828-1992).
