Baca Juga : BANJIR ANCAMAN SERIUS di SULTENG, PERLU SEGERA DITANGANI
Ada lima layer yang menjadi agenda pengembangan SDM itu yaitu layer Pendidikan Prasekolah, sejak ibu mengandung anak sampai pada usia lima tahun; Pendidikan dasar; Pendidikan Menengah dan; Pendidikan luar sekolah serta; Pendidikan tinggi. Pendidikan menengah akan diprioritaskan kepada pengembangan vokasi SMK, sedangkan Pendidikan luar sekolah ditekankan kepada peningkatan ketrampilan sejumlah lulusan terkait dengan re-scale dan up scale, yaitu upgrade pengetahuan dan ketrampilan dari para lulusan agar bisa memenuhi standar pasar kerja.
Berkaitan dengan agenda prioritas pengembangan SDM itu, daerah harus selaras dan seirama dalam mempersiapkan rancangan dan implementasi agenda itu. Kerenanya peran kepala wilayah sebagi key person menjadi sangat strategis.
Baca Juga : GALIAN C & AIR BERSIHPUN BISA DISUPLY KE IBUKOTA BARU
Ibukota Baru dan Tol Tambu-Kasimbar
Presiden Joko Widodo, 26 Agustus 2019 telah memutuskan pemindahan ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Target pemindahan Ibukota antara lain, pertama menekan disparitas dan membangun kualitas pertumbuhan ekonomi antarkawasan barat dan timur yang dinilai masih jomplang.
Kedua membangun semangat Indonesia sentris, untuk menghilangkan kesan Jawa sentris dalam rangka membangun “satu rasa, rasa Indonesia” dengan harapan terbangun rasa memiliki terhadap negeri ini. Provinsi Sulawesi Tengah dalam konteks Ibukota Baru di Kalimatan Timur dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Daerah ini menjadi border dan berhadapan langsung dengan Ibukota baru dan hanya dipisah oleh selat Makassar. Karenanya dapat memposisikan sebagai jembatan penghubung antara ibukota Negara baru dengan Kawasan Timur Indonesia seperti Papua, Maluku dan Maluku Utara dengan mengintegrasikan tol laut dan tol darat.
Baca Juga : SDM UNGGUL, LUARAN HARUS SESUAI STANDAR PASAR KERJA
