Melalui penelusuarn perwakilan Trilogi.co di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, belum lama ini menyebutkan jika PT Gaya Prima dengan NPWP 01.434.327.1-722.000, yang beralamat di Jln ir. H. Juanda II Blok C No 10, adalah perusahaan milik orang Sulawesi. Tidak ditemukan secara rinci. Akan tetapi dari beberapa informasi dilapangan juga disebutkan jika PT Gaya Prima perusahaan yang tergabung dalam asosiasi Gapensi Kota Samarinda dan sering mengerjakan sejumlah paket di Pemerintah Kota Samarinda.
“Yang kami tahu PT Gaya Prima itu punya orang Sulawesi pak, persisnya Sulawesi tidak tahu pak. Mereka itu perusahaan bubuhan (Group-red) dan sering mengerjakan proyek di Samarinda. Saya lupa namanya, yang jelas nama perusahaan itu tahu saya orangnya, karena sudah lama tidak main lagi ke kantor mereka jadi sudah lupa pak,” singkat Solikhin ketika ditemui perwakilan Trilogi.co di Samarinda.
Untuk Tahun 2017 ini, Hasil penelusuran Trilogi.co, menemukan dalam rancangan anggaran, DPU Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng, menerima gelontoran dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp152.35 miliar, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui APBN sebesar Rp21.75 miliar dana infrastruktur untuk penyelenggara jalan. Hal itu tentunya untuk mengejar target yang sudah ditentukan sebanyak 75 persen.
Dari ratusan miliar dana yang yang digelontorkan di tahun 2017 ini, diketahui untuk membiayai beberapa kegiatan peningkatan jalan, pembangunan jalan, pemeliharaan rutin jalan, serta pemeliharaan jembatan yang tersebar di beberapa daerah di Provinsi Sulteng.
Hasil riset Trilogi.co, dari beberapa sumber menyebutkan terkait dengan anggaran. Dari Total Rp174 miliar APBD dan APBN tahun anggaran 2017, yang digelontorkan oleh Pemerintah kepada Syaifulah Dajafar yang menahkodai DPU BMPR Prov Sulteng, untuk proyek peningkatan jalan Wakai Kulingkinari yang dibandrol sebanyak Rp4.495.889.000, yang dikerjakan oleh PT Gaya Prima sebagai berikut.
- Proyek Peningkatan Jalan Wakai – Kulingkinari Sepanjang 5 Kilometer
- Target 5 Kilometer, Realisasi Hanya 1 Kilometer yang diaspal, 4 Kilometer hanya timbunan
- Pagu Rp5000.000.000, Penawaran terkoreksi Rp4.495.889.000,
- Penggunaan material lapisan dasar jalan hanya timbunan asalan bukan Base Agregat A
- Kandungan campuran material lapisan dasar jalan hanya menggunakan tanah kuning dan batu karang
- Penggunaan aspal karungan, dan proses penghamparan di bawa suhu normal
- Ketebalan aspal diduga hanya 2 cm dan lebar bervariasi.
Dengan mengusung slogan jalan provinsi mantap. Syaifulah Jafar gencar membangun proyek infrastruktur hingga kebagian pelosok di daerah Provinsi Sulteng. Mimpi besarnya menyediakan jaringan konektivitas di semua wilayah dan memupus kesenjangan ekonomi di sekujur daerah di Sulteng. Terbagi menjadi proyek strategis daerah, total kebutuhan anggaran infrastruktur pada 2017 mencapai Rp174 miliar lebih. Dari jumlah itu, Rp21.75 miliar pembiayaan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Banyak menyerempet rambu, proyek menyedot miliaran rupiah peningkatan jalan Wakai Kulingkinari, Syaifulah Djafar dan kedua bawahanya ini digeber agar terus melaju. Tidak ada yang mengetahui dan memberi jaminan. Pemerintah Sulteng melalui APBD, jor – joran menggeber sejumlah proyek prioritas di sejumlah daerah. Alasanya, semuanya dalam mengatasi ketertinggalan. Khususnya dari sektor vital pembangunan jalan yang menghubungkan beberapa desa.
Dibandingkan dengan Provinsi lain, melalui ketersediaan anggaran, cukup mengesankan. Akan tetapi, melalui kalkulasi yang begitu matang, proyek yang menggerus anggaran miliaran rupiah itu, dihasilkan dengan karya yang sangat buruk dan berakhir di Pemanggilan ketiganya di Ditreskrimsus Subdit III Tipidkor Kepolisian Daerah Polda Sulteng pada 20 Desember lalu. Bagaimana kelanjutanya ?…
