TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

TIGA BABEH DI PUSARAN KULINGKINARI

Pada pelaksanaan paket peningkatan jalan sepanjang 5 kilometer di Desa Kavetan Kecamatan Una una pada April hingga masa berakhirnya pekerjaan dibulan September itu hanya sepanjang 1 kilometer yang di terlapisi oleh aspal, sedangkan sisanya sepanjang 4 kilometer hanya dilakukan penimbunan material seadanya dengan material gunung yang bercampur dengan batu karang.

“Tanah timbunannya menngunakan tanah gunung di sini, banyak batu karangnya dan berwarna kuning. Ini sudah buktinya seperti yang digunakan menimbun jalan ini. Melihat pagunya miliaran harusnya proyek peningkatan jalan Wakai—Desa Kulingkinari sepanjang 5 kilomter sudah bisa diaspal semua. Aneh juga ada proyek peningkatan jalan tapi faktanya tidak diaspal semua”. Kata salah seorang warga saat bercerita dibalik telfon genggamnya kepada Trilogi.co belum lama ini.

Kurangnya pengawasan pada pelaksanaan proyek ini di tenggarai menjadi faktor utama yang mengakibatkan pihak kontraktor mengerjakan proyek tersebut secara asal. Hal ini dibuktikan dengan kondisi campuran aspal yang digunakan pihak rekanan hanya menggunakan aspal karungan dan digoreng dibawa suhu normal dengan ketebalan hanya 2 cm dan lebar bervariasi.

“Aspal jalan ini menggunakan aspal karung. Sehingga kualitas aspal kurang bagus dan seperti tidak merekat. Kasihan masyarakat kepulauan kalau model pembangunan seperti ini. Mungkin karena jauh dari pantauan sehingga cara kerjanya asal-asalan”. Kesal dia dan meminta identitasnya tidak di publish.

Pekerjaan aspal pada proyek jalan sering kali tidak sesuai dengan spesifikasi teknis saat pelaksanaan di lapangan. Beberapa hal yang sering kali disoroti dalam pekerjaan aspal antara lain komposisi campuran aspal, cara pemadatan dan suhu penghamparan aspal. Suhu merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan aspal. Salah satu dampak yang terjadi apabila suhu tidak sesuai dengan spesifikasi saat penghamparan adalah ikatan antar agregat dengan aspal tidak akan maksimal sehingga bisa mengakibatkan aspal cepat sekali rusak.

Hal ini tentunya diduga kuat terjadi dalam paket Peningkatan jalan Wakai – Kulingkinari yang di bandrol senilai Rp4.495.889.000, yang dikerjakan PT Gaya Prima yang dihelat oleh DPU BMPR Provinsi Sulteng. Prioritas membangun infrastruktur yang dipilih pemerintahan Longky melalui tangan kananya Kadis DPU BMPR Sulteng. tidaklah keliru. Dengan Menggenjot pembangunan fisik hingga pelosok, Syaifulah Djafar  beserta dua bawahanya dipuja dan puji. Dari akrobat pendanaan hingga pencitraan. Hingga akhirnya terpanggil untuk datang di Tipikor Polda Sulteng.

Syafiufalah Djafar Kadis BMPR Provinsi Sulteng dan bawahanya Asbudyanto Kabid Jalan dan Jembatan ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat ponsel pribadinya enggan merespon. Keduanya sepertinya kompak memilih menutup diri rapat-rapat untuk tidak mau memberikan pernyataan sedikit pun kepada media ini. Hingga berita ini diterbitkan, keduanya masih memilih bungkam.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Melalui penelusuarn perwakilan Trilogi.co di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, belum lama...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.