KEJARLAH DAKU DI KULINGKINARI

  • Bagikan
Foto : IST

FINISH DI EMPAT KILOMETER

JALAN BERASPAL sepotong, membelah bukit, gunung bercampur karang. Panjangnya Lima kilometer. Dalam sehari, diperkirakan sepuluh mobil dan sejumlah roda dua melintas hingga tiga kali pulang-pergi dari Desa Kavetan, Kecamatan Una una Kepulauan Wakai, Kabupaten Tojo Una una. Meski kondisi jalan hanya satu kilometer yang terlapisi aspal yang baru enam bulan lalu dikerjakan, masyarakat sudah mengeluhkan keberadaan proyek sebesar Rp4.495.889.000 yang diduga banyak menyerempet rambu.

Tak sari-sarinya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Sulteng, Syaifulah Djafar memamerkan keberhasilanya membangun proyek infrastruktur jalan Provinsi. Dia mengakui proyek infrastruktur Tahun 2017 mencapai target 75 persen itu berjalan berkat terobosannya.

Untuk tahun 2017 pembangunan jalan baru Provinsi Sulteng sepanjang 35 kilometer. Melalui angaran APBD dan APBN senilai Rp152.35 Miliar sebagian anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan baru. Paket peningkatan jalan Wakai –  Kulingkinari sepanjang lima kilometer masuk bagian dari pembangunan jalan baru target Syaifulah Djafar.

Ruas Jalan Wakai – Kulingkinari. Foto : Ist

Paket yang menggerus anggaran Rp4.495.889.000 yang dikerjakan oleh perusahaan dari Provinsi Kalimantan Timur, PT Gaya Prima, diduga banyak menyerempet rambu. Pelaksanaan lapisan dasar jalan menggunakan material asalan, penggunaan material aspal karungan, pengaspalan dilakukan hanya terealisasi 1 kilometer dari panjang jalan 5 kilometer, bahkan ketebalan dan campuran aspal turut di mainkan. Hal ini menjadikan pihak Polda Sulteng menelusuri keterlibatan Syaifulah Djafar beserta dua orang anak buahnya.

Kondisi paket jalan Wakai, Kulingkinari yang baru saja dianggarkan Miliaran rupiah itu banyak dikeluhkan masyarakat di Kepulauan. Pasalnya proyek jalan sepanjang lima kilometer itu yang terlapisi aspal hanya satu kilometer. Bahkan jalan yang menghubungkan beberapa desa di Pulau penghasil ikan garam itu diduga di mark up dari proses pencampuran aspal hingga proses pengaspalanya diduga di mainkan. Dan dapat dipastikan kondisi ruas jalan itu akan mudah rusak.

Hasil riset Trilogi.co  menyebutkan jika proyek peningkatan jalan merujuk pada Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk dari konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan keinginan pemilik proyek. Bahkan melalui standar rujukan SNI 03-1744-1989 (AASHTO T193-81) : Metode pengujian CBR Laboratorium.

Pada proses pelaksanaan pada ruas tersebut, melihat kondisi jalan saat ini sudah dapat dipastikan sangat tidak layak, bahkan banyak pihak yang menuding jika proses pekerjaan jalan itu hanya menghambur hamburkan uang daerah.

“Tanah timbunannya mengunakan tanah gunung di sini, banyak batu karangnya dan berwarna kuning. Ini sudah buktinya seperti yang digunakan menimbun jalan ini. Melihat pagunya miliaran harusnya proyek peningkatan jalan Wakai—Desa Kulingkinari sepanjang 5 kilomter sudah bisa diaspal semua. Aneh juga ada proyek peningkatan jalan tapi faktanya tidak diaspal semua”. Kata salah seorang warga saat bercerita dibalik telfon genggamnya kepada Trilogi.co belum lama ini.

Kurangnya pengawasan pada pelaksanaan proyek ini di tenggarai menjadi faktor utama yang mengakibatkan pihak kontraktor mengerjakan proyek tersebut secara asal. Hal ini dibuktikan dengan kondisi campuran aspal yang digunakan pihak rekanan hanya menggunakan aspal karungan dan digoreng dibawa suhu normal dengan ketebalan hanya 2 cm dan lebar bervariasi.

“Aspal jalan ini menggunakan aspal karung. Sehingga kualitas aspal kurang bagus dan seperti tidak merekat. Kasihan masyarakat kepulauan kalau model pembangunan seperti ini. Mungkin karena jauh dari pantauan sehingga cara kerjanya asal-asalan”. Kesal dia dan meminta identitasnya tidak di publish.

Pekerjaan aspal pada proyek jalan sering kali tidak sesuai dengan spesifikasi teknis saat pelaksanaan di lapangan. Beberapa hal yang sering kali disoroti dalam pekerjaan aspal antara lain komposisi campuran aspal, cara pemadatan dan suhu penghamparan aspal. Suhu merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan aspal. Salah satu dampak yang terjadi apabila suhu tidak sesuai dengan spesifikasi saat penghamparan adalah ikatan antar agregat dengan aspal tidak akan maksimal sehingga bisa mengakibatkan aspal cepat sekali rusak.

Melalui indikasi yang menyrempet aturan pada pelaksanaan paket Peningkatan Jalan Wakai – Kulingkinari dengan nilai anggaran dibandrol sebesar Rp4.495.889.000, yang dikerjakan oleh PT Gaya Prima, perusahaan dengan NPWP 01.434.327.1-722.000, yang beralamat di Jln ir. H. Juanda II Blok C No 10. Pihak Polda Sulteng menelusuri keterlibatan dua orang anak buah dari Kadis PU BMPR Sulteng Syaifulah Djafar.

Kedua orang anak buah dari Syaifulah Djafar yakni Asbudyanto yang memangku jabatan sebagai Kabid Jalan dan Jembatan serta Achmad yang memangku jabatan sebagai PPK pada ruas tersebut. Ketiganya sudah diperiksa untuk dimintai keteranganya terkait dengan paket jalan tersebut pada 20 Desember lalu. Ketiganya kompak datang memenuhi undangan pemanggilan Ditreskrimsus Subdit III Tipidkor Kepolisian Daerah Polda Sulteng dengan menggunakan pakaian kopri seperti diberitakan sebelumnya di Trilogi.co.

24 Maret lalu ditetapkan PT Gaya Prima pemenang paket proyek peningkatan jalan Wakai – Kulingkinari di Kecamatan Una una, melalui pokja DPU BMPR Provinsi Sulteng. Paket yang dibiayai melalui APBD Sulteng di bandrol senilai Rp5 Miliar. Setelah melalui proses tender yang di ikuti 44 peserta lelang, di putuskan perusahaan milik orang Sulawesi yang beralamat di Jalan Juanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur itu keluar sebagai pemenang tender dengan harga penawaran sebesar Rp4.495.889.000.

Hasil riset Trilogi.co, dari beberapa sumber menyebutkan terkait dengan anggaran. Dari Total Rp174 miliar APBD dan APBN tahun anggaran 2017, yang digelontorkan oleh Pemerintah kepada Syaifulah Dajafar yang menahkodai DPU BMPR Prov Sulteng, untuk proyek peningkatan jalan Wakai Kulingkinari yang dibandrol sebanyak Rp4.495.889.000, yang dikerjakan oleh PT Gaya Prima sebagai berikut.

  1. Target 5 Kilometer, Realisasi Hanya 1 Kilometer yang diaspal, 4 Kilometer hanya timbunan
  2. Penggunaan material lapisan dasar tidak memenuhi standar SNI 03-1744-1989 (AASHTO T193-81) : Metode pengujian CBR Laboratorium
  3. Penggunaan aspal karungan, dan proses pemasokan asphalt pada finisher dan penghamparan di bawa suhu 130 – 150 Teprature derajat celcius.
  4. Ketebalan aspal diduga hanya 2 cm dan lebar bervariasi.

Dengan mengusung slogan jalan provinsi mantap. Syaifulah Jafar gencar membangun proyek infrastruktur hingga kebagian pelosok di daerah Provinsi Sulteng. Mimpi besarnya menyediakan jaringan konektivitas di semua wilayah dan memupus kesenjangan ekonomi di sekujur daerah di Sulteng. Terbagi menjadi proyek strategis daerah, total kebutuhan anggaran infrastruktur pada 2017 mencapai Rp174 miliar lebih. Dari jumlah itu, Rp21.75 miliar pembiayaan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Penulis : Wahyudi / Trilogi.co

  • Bagikan
error: Content is protected !!