TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Empat Kematian, Satu Pola | Kasus Situr Wijaya di Tengah Advokasi Agraria !

“Ketika melihat foto jenazah, kami langsung curiga. Ada luka lebam yang tidak wajar. Kami minta agar dilakukan investigasi kematian jurnalis ini secara menyeluruh dan transparan,” ujar Selviyanti, istri almarhum Situr Wijaya, melalui keterangan resminya yang diterima Trilogi.

Selviyanti juga mengungkap bahwa rencana keberangkatan suaminya ke Jakarta bukan semata untuk mudik ke Yogyakarta menjenguk ibunya.

“Dia sempat bilang, ada laporan penting yang akan diserahkan ke kementerian. Tapi saya tak tahu pasti kepada siapa,” katanya.

Yang membuat kasus Situr Wijaya semakin mencurigakan adalah kematian mendadak tiga rekannya yang sebelumnya juga aktif dalam advokasi konflik lahan di Morowali Utara.

Ketiganya masing-masing berinisial AL, TM, dan HH. Mereka memiliki peran berbeda, mulai dari penghubung di Jakarta hingga pendukung logistik.

AL, rekan lama SW yang juga berlatar belakang jurnalis, ditemukan meninggal mendadak di hotel saat hendak bepergian dari Jakarta ke Surabaya pada 29 Oktober 2024.

Ia disebut meninggal karena serangan jantung. Namun, SW sendiri pernah meragukan kepergian mendadak rekannya itu.

“Waktu AL meninggal, Situr sempat bilang ke saya bahwa dia mencurigai kematiannya,” ujar DY, salah satu sahabat dekat Situr Wijaya.

TM, aktivis dari sebuah LSM yang juga turut mengadvokasi sengketa lahan di Morowali Utara, dilaporkan meninggal akibat serangan jantung.

HH, sosok di balik dukungan dana keberangkatan SW ke Jakarta, dikabarkan meninggal sekitar sebulan sebelum TM.

Menurut pengakuan seorang kolega SW berinisial HR, HH sempat mengirim dana lebih dari Rp100 juta sebagai biaya operasional advokasi.

Halaman Selanjutnya :Kasus Situr Wijaya tidak hanya membuka luka bagi keluarga dan rekan sejawat,...