TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Siapa Eman, Jejaknya Disebut Terhubung dengan Cukong Emas

“Kalau BTR alatnya Kobelco buka bungkus itu. Itu nama yang bermain diwilayah Labanti masuk wilayah Janja, dan sekarang masih action itu. Karena lewat Janja, itu desa minta 2 juta peralat” bebernya “Sementara untuk wilayah di Sungai Tabong, SC memiliki empat unit alat berat, SBL tujuh unit alat berat, MN empat unit, LMBG empat unit alat berat dan AMB dua unit”.

Kedelapan nama yang disebut-sebut terlibat melakukan aktifitas PETI tersebut, semuanya terhubung dengan Eman. Selain menjadi pengatur sejumlah alat yang mau beroperasi, namanya juga juga dikaitkan dengan urusan penyaluran BBM ilegal.

Baca Juga : NGERI-NGERI SUAP…!

Informasi yang ditgerima Trilogi, penyaluran BBM ilegal yang masuk ke kawasan tambang emas ilegal di sungai tabong dan labanti tidak kurang dari 170 galon setiap harinya. Jalur perlintasan BBM ilegal itu melewati wilayah sungai di Desa Janja.

“Itu rutin tiap hari !. Masalahnya pemakaian lima puluh galon itu, tidak sampai 2 hari. Itu semua eman yang urus ” tuturnya.

Untuk menjelaskan itu, Senin malam kami berupaya untuk menghubungi Herman Alimudin alias Eman melalui telfon selular. Upaya itu gagal, lantaran pengusaha kayu asal Tolitoli itu memilih bungkam. Pesan whatsap yang dikirim tidak dibalas, telfon pun tidak dijawab.

Baca Juga : Pasang Badan Di Proyek Hibah

Sama halnya dengan Kepala Desa Janja H, Mhira Arabbi yang dituding menerima upeti dari sejumlah alat berat yang beroperasi dikawasan Labanti, juga memilih tidak merespon telfon dan pesan konfirmasi yang dikirim ke ponsel pribadinya.

Padahal dari keterangan sumber kepada kami, aktifitas PETI dikawasan itu melahirkan pundi-pundi haram yang disebut mengalir kekantong Kades bersama salah seorang warganya.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Hingga saat ini, Kepolisian di Sulawesi Tengah masih menyelidiki kasus PETI di...