TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

NGERI-NGERI SUAP…!

ADU NYALI PENYIDIKAN KORUPSI

Ada yang bilang, suap itu seperti kentut. Tajam baunya, tapi sulit dicari bukti-buktinya. Dan diperkara yang ditangani Kejaksaan Tinggi  Provinsi Sulawesi Tengah, makin tajam baunya, makin misterius “Kentutnya”.  Pembagian fee pembayaran hutang  eskalasi  jembatan Palu VI berubah menjadi suap itu, bisa menjadi contoh  yang pas. Selama beberapa pekan ini, sudah menjadi rahasia umum.

Beban kerja tim penyidik  anti rasuah Kejati Sulteng  makin berat. Perkara suap pembayaran eskalasi  jembatan Palu VI yang diduga dapat menyerempet beberapa nama itu, akan menguji nyali penyidik. Sulit –Nya mencari bukti suap pada perkara ini. Mestinya melalui pendekatan kekayaan !.

BONGKAR DULU TERSANGKA KEMUDIAN

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Suawesi Tengah, hingga pertengahan bulan Juli 2020 telah  memeriksa lima puluh orang sebagai saksi terkait dugaan suap pembayaran hutang eskalasi  jembatan Palu VI. Biaya pembayaran hutang jembatan diduga mengalir ke beberapa oknum anggota DPRD Kota Palu yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Sejak diresmikan pada bulan Mei tahun 2006 silam, jembatan Palu VI menjadi salah satu ikon di Kota Palu. jembatan ini pun menjadi jalur favorit yang membentang di atas sungai Palu dan berada di pesisir teluk Palu. Sayang –Nya,  pada 28 september 2018 silam, bencana gempa, tsunami dan likuefaksi melanda Kota Palu. Jembatan Palu VI ini pun menjadi sasaran tsunami di teluk Palu. Jembatan itupun ambruk dan kini tersisa tembok penyangga yang masih kokoh.

Hancurnya jembatan Palu VI itu pula membuka tabir praktek kongkalikong atas perkara dugaan suap pembayaran hutang  yang mengalir ke beberapa oknum  anggota legislatif Kota Palu. Kasusnya pun telah masuk dalam tahap penyidikan di Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Tengah.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Kejati Sulteng, Gery Yasid, melalui Kasipenkum Kejati Sulawesi Tengah Inti Astutik mengatakan,...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.