TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Semarak Kemerdekaan Mantan Pelaku Intoleransi

Memiliki masa lalu yang kelam hingga mendekam di penjara, mantan pelaku terorisme ini sukses dan gemar berbagi kepada siapa saja. Di masa lalu pasti semua orang mengharapkan sesuatu yang lebih baik pada kehidupanya.

Termasuk juga mantan kriminal yang pernah mendekam di penjara. Apapun masa lalunya, semua orang berhak punya masa depan yang bersinar.

Hal itu dibuktikan oleh Farid Ramli Hamzah, mantan napiter yang berhasil menjadi sosok pribadi yang lebih baik.

Farid dahulu memang memiliki catatan panjang pada kasus terorisme di Poso, Sulawesi Tengah. Pada tahun 2014 silam, Ia pernah terlibat sejumlah aktifitas terorisme dan ikut pelatihan militer bersama Hasan Zahabi alias Abu Yasid dibawah bendera Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berafiliasi ke Isis besutan Santoso alias Abu Wardah.

Semarak Kemerdekaan Mantan Pelaku Intoleransi

Dia ditangkap di Kota Palu, pada tahun 2015 silam dan menjalani masa tahanan selama 6 tahun 8 Bulan di Mako Brimob Kelapa II lalu dipindahkan ke Lapas Kelas 1 Makasar pada tahun 2016. Bertahun-tahun Farid mantan terpidana terorisme mencoba menghilangkan stigma sekaligus membangun kehidupan ekonomi yang baru bersama sejumlah rekanya.

Kini, pria dengan nama lengkap Farid Ramli Hamzah, kelahiran Kota Palu tahun 1981 itu telah menjadi mitra BNPT, Kepolisian dan TNI dalam mencerahkan keluarga kelompok dalam menghambat proses penyebaran paham intoleransi.

Halaman Selanjutnya :Dirinya juga sejak usai menjalani masa tahanan 3 tahun yang lalu, sudah...