“Saya tidak sangka kalau rame seperti ini !. Yang ini, dua RT saya undang pribadi kerjasama dengan pak RW setempat, dan itu saya danai semua” katanya.

Kegiatan dolanan kebudayaan itu, Farid menggandeng ketua RW II Kelurahan Talise Valangguni untuk mensukseskan lomba. Dibantu warga setempat dan rekan sejawatnya, persiapan pemasangangan puluhan bendera merah putih yang mengelilingi areal pekarangan rumah, hingga pemasangan tenda tertata rapi.
“Persiapan lomba ini, saya sudah rancang dua bulan yang lalu. Jadi ini murni dari pribadi saya sendiri” beber Farid yang saat itu mengenakan celana cingkrang dongker dan kaos lengan panjang loreng.
Kepada Trilogi, Farid menjelaskan kegiatan lomba 17 an yang digelar diarea rumah pribadinya itu, tidak terlepas dari tergerak untuk berikrar setia kepada Indonesia. Selain kuatnya keinginan pribadi yang berubah, dia juga bersyukur atas dukungan istri, keluarga dan rekan disekelilingnya.
“Saya juga di undang hadir upacara di Polda, tapi saya tidak ikut, hanya teman saja yang ikut disana !. Saya sampaikan alasanya, karena saya disini ada buat kegiatan lomba juga untuk memeriahkan 17 Agustus, dan itu saya juga cinta sama NKRI” ujar pria berambut gonrong ikal itu sebari menutup percakapan.

