Dalam buku tersebut, Teguh menjelaskan bahwa isu reunifikasi Korea Utara tidak hanya bergantung pada kebijakan internal kedua negara, tetapi juga melibatkan kepentingan global.
Menurutnya, selama ini terdapat pengalihan isu yang membuat solusi lebih mengarah pada state solution ketimbang reunifikasi yang sesungguhnya.
Baca Juga : Kuliner Tradisional Lampung Kian Dikenal, Rumah Sambal Seruit di Jakarta Jadi Destinasi Baru
Pendekatan teori permainan konflik digunakan dalam buku ini untuk memahami bagaimana strategi politik dan diplomasi negara-negara terkait berperan dalam menghambat atau mempercepat proses reunifikasi.
Analisis ini juga menyoroti dampak kebijakan negara besar seperti Amerika Serikat dan China terhadap stabilitas kawasan.
