Padahal berdasarkan spesifikasi umum 2018 Revisi 2 pada point 7.8, adukan mortar semen pada poin 7.8.3 Pencampuran dan Pemasangan butir, seluruh bahan kecuali air harus dicampur. Baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampur adukan yang disetujui, sampai campuran menunjukkan warna yang merata, kemudian air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan 5 sampai 10 menit. Jumlah air harus sedemikian sehingga menghasilkan adukan dengan konsistensi (Kekentalan) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 persen dari berat semen yang digunakan.

Hal itu untuk menjaga mutu dan kualitas pasangan batu mortar hingga bertahan lama sesuai umur rencana. Saat ini, terdapat beberapa titik pasangan batu mortar mengalami kerusakan dibeberapa titik dengan tingkat kerusakan bervariasi yang ditenggarai dikerjakan secara asal.
Begitu pula dengan material timbunan dilokasi proyek menggunakan sumber material hasil cutingan gunung. Berdasarkan satndar spesifikasi umum 2018 Revisi 2 pada point 3.2 dan point 3.2.2 tentang timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari bahan galian tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan sebagai bahan yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam pekerjaan permanen.

Sehingga mutu dan kualitas timbunan tercapai dan menyatu bisa menahan beban pada proses pelaksanaan struktur jalan Rigid Pavement.
Saat ini kondisi pekerjaan rigid pavement sejauh 17 km yang dikerjakan oleh PT Sarana Multi Usaha yang akan menghubungkan Desa Sadaunta-Lindu masih berjibaku dengan sisah waktu.
Berdasarkan surat tanggapan pihak terkait dalam urusan proyek paket A-6 Rekontruksi jalan akses Danau Lindu yang terdiri dari Konsultan Oriental Consultan Global CO, Ltd. in assocaition with PT Wahana Mitra Amerta, PT HI-Way Indotek Konsultan, PT Sinar Putra Abadi Palu bersama pengguna PPK 1.6 Provinsi Sulawesi Tengah serta Penyedia Jasa Sarana-Diatasa, KSO, memberi bantahan terkait dengan persoalan yang timbul pada proyek senilai Rp79,5 miliar itu.
-
Apa kendala di proyek REKONSTRUKSI JALAN AKSES DANAU LINDU sehingga mengalami keterlambatan pada proses pelaksanaannya?
Tanggapan:
Pekerjaan baru dilaksanakan pada 07 Juli 2023, dikarenakan pada periode Bulan April sampai dengan Juli kami harus berkordinasi dengan pihak Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan Masyarakat Lore Lindu terkait dengan keharusan untuk diadakannya Upacara Kearifan Lokal.
Selain itu, kami juga harus memastikan kordinasi lintas intansi berjalan dengan baik sehingga dilakukan Joint Survey dengan pihak-pihak terkait diatas. sehingga ketika proses kordinasi tersebut telah selesai dan Penyedia Jasa diijinkan untuk memulai pekerjaan, banyak waktu pelaksanaan yang.
-
Pelaksanaan proyek REKONSTRUKSI JALAN AKSES DANAU LINDU yang dikerjakan pada bulan November tahun anggaran 2022 kini banyak mengalami kerusakan, apakah ini termasuk dari salah satu kelemahan dan kelalaian dalam bidang pengawasan dipihak konsultan pengawas dan BPJN Sulteng ?
Tanggapan:
Kami rasa banyak kejadian kerusakan yang terjadi saat ini bukan akibat kelalaian pengawasan dan penjaminan mutu pekerjaan, tetapi masih seringnya terjadi longsoran pada area tersebut yang menyebabkan kerusakan pada pekeriaan kami.
-
Tampak dilapangan, pihak kontraktor pelaksana menggunakan campuran batu bulat dan split pada Rigid beton. Apakah itu dibenarkan dalam standar aturan pekerjaan rigid beton?
Tanggapan:
Material batu bulat yang ditemukan, material tersebut terbawa dari pasir dan ukurannya lolos dari saringan batching plong 3 cm. Material agregat kasar yang ada di lapangan sudah diinspeksi oleh pengawas pekeriaan dengan svarat minimum 2 bidang pecah. sesuai spesifikasi umum Bina Marga
-
Seperti apa desain pada pekerjaan pagar pengaman jalan (Guard Rail), apakah menggunakan campuran beton atau pasangan batu?
Tanggapan:
Gambar tipikal desain tiang guard rail diatas pasangan batu DPT (center Line), sehingga tinggi tiang hanya 120 cm. Namun, karena ruas jalan akses lindu terdapat tikungan dan dan badan jalan yg sempit (lokasi konservasi hutan lindung s.d. STA 06 + 950) sehingga plat guard rail masuk ke badan jalan sedalam 58 cm (terdapat penyempitan ruang manfaat jalan), akhirnya disepakati bahwa perletakan guard rail digeser keluar dari pasangan batu DPT dan dibuatkan dudukan dari beton FC 20.
Lelang Proyek Akses Jalan Danau Lindu Sudah Abu-abu dari Hulu
Ditenggarai ada pengaturan tender proyek rekontruksi jalan akses Danau Lindu 2022-2024 untuk memenangkan perusahaan tertentu menjadi rekanan. Target penyelesaian proyek tidak tercapai karena kontraktor dinilai memang tidak mumpuni dalam mengerjakan proyek.
Sejak awal “Bau Amis” sejak perencanaan proyek bingga proses lelang, sampai jelang batas akhir proyek, pengerjaan pengecoran badan jalan Sadunta-Lindu sejauh 17 km, terbangun kurang dari separuhnya.
