PROYEK ASAL JADI, DI AKHIR TAHUN

  • Bagikan

PROSES cepat dan terkesan terburu-buru selalu menghasilkan karya atau hasil yang tidak sempurna dan sangat terlihat tidak rapi serta menimbulkan nilai estetika yang tidak menarik dilihat dari pandangan mata manusia.

Oleh : Wahyudi / Trilogi.co

Kata asal jadi memiliki konotasi yang negatif. Bila digabungkan kalimat “proyek asal jadi” maka kita dapat mengartikan bahwa ada sebuah paket anggaran yang membiayai pembangunan yang dikerjakan asal-asalan dan dikerjakan dengan proses cepat, karena desakan dan batasan waktu.

Dari sudut kualitas, maka bisa dipastikan hasil yang dikerjakan dengan batasan waktu atau tekanan akan terlihat kasar dan tidak sesuai dengan apa yang diarahkan maupun yang ditentukan. Biasanya hasil yang tergesa-gesa akan terlihat segala kekurangan baik dari jumlah dan volume dari apa yang ditargetkan. Dari sisi anggaran sudah dapat dipastikan bahwa kualitas yang tidak sesuai dengan yang ditentukan ditambah kuantitas yang kurang dari jumlah dan volume yang ditargetkan, maka besar sekali kelebihan anggaran yang diperoleh dari sebuah paket anggaran yang membiayai pembangunan.

Tingginya modus penggelapan tersebut terkait dengan penyimpangan dana yang berlangsung berhubungan dengan APBD dengan modus mark up, dan berujung suap untuk memudahkan proses pencairan anggaran proyek. Berdasarkan catatan, aktor terbanyak yang tersandung dengan masalah hukum adalah pegawai pemerintah daerah dan pihak rekanan swasta.

Dari analisis di atas, jelas terlihat modus tindakan yang dilakukan dari berbagai pihak diasumsikan dari yang tersirat adalah, adanya kesalahan dilakukan oleh pemilik paket anggaran pembangunan. Adanya batas waktu yang sangat dipaksakan mempengaruhi target penyelesaian pekerjaan dengan segera. Batasan waktu terjadi karena sisa masa jatuh tempo waktu yang sudah dekat dengan waktu yang diberikan oleh pemilik paket anggaran. Sehingga pelaksana pekerjaan mengerjakan paket anggaran dengan sisa waktu yang tidak normal.

Bila kita coba runut permasalahannya dapat kita jelaskan. Terlambatnya proses pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa (PJB) di pemerintahan maupun pemilik anggaran. Seharusnya PBJ selayaknya dilaksanakan pada bulan Maret setiap tahunnya. Keterlambatan proses PBJ, dapat diprediksikan memberi ruang lobi-lobi yang dapat menimbulkan ruang tindak pidana korupsi bagi Pejabat pemeriksa PBJ dan Pejabat Pengawas pelaksanaan proyek dari pemerintah.

Terjadinya perpanjangan kontrak atau dikenal sebagai “Addendum” baik secara resmi maupun di bawah tangan atau tidak resmi, dan Pihak pemilik menekan kontraktor/pelaksana proyek agar segera demi capaian anggaran dapat segera dihabiskan di akhir tahun, sehingga memberi ruang tawar menawar agar pengawas tidak memperketat pemeriksaan dan memberi ruang melakukan pekerjaan kilat yang berakibat berkurangnya volume dan material dengan sengaja dilakukan agar cepat selesai. Dengan demikian, jelas bahwa pemilik anggaran bukan mengharapkan kualitas dan kuantitas hasil, melainkan pekerjaan asal jadi, agar tidak terkena dampak atau sanksi terhadap masa sisa waktu yang tersedia.

Kesalahan yang dilakukan pihak pelaksana perkerjaan atau biasa dikenal dengan kata kontraktor, dengan sisa waktu yang tidak mungkin mengerjakan secara cepat penyelesaian pelaksana pekerjaan, kontraktor secara asumsi manusiawi akan melakukan pelanggaran yang sangat mungkin terjadi seperti mengurangi bahan baku, volume, peralatan dan kualitas serta tahapan dalam menyelesaikan pekerjaan. Mengurangi kuantitas barang, penyelesaian pekerjaan secara tidak normal dalam pelaksanaan proses pekerjaan, serta membuat laporan pekerjaan 100% secara fiktif agar anggaran dapat ditarik segera sebelum dikembalikan ke kas negara.

Pengawasan pada kegiatan pembangunan yang ada di sekitar kita merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mengetahui kualitas, efektifitas, efisiensi, dan kesempurnaan program pembangunan yang sesuai harapan dan arahan pembangunan. Bahwa keberhasilan dalam mencapai tujuan, separuhnya akan ditentukan oleh rencana yang telah ditetapkan dan setengahnya lagi oleh fungsi pengawasan atau monitoring. Melirik proyek pembangunan akhir tahun 2017 ini, sangatlah menarik karena proses tender yang baru dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 lalu, sehingga besar kemungkinan menghasilkan proyek yang tidak efektif, tidak efesien, dan dipastikan tidak sempurna atau asal jadi. ***

  • Bagikan
error: Content is protected !!