Proyek preservasi jalan nasional Toboli-Parigi melibatkan beberapa jenis pekerjaan, termasuk pemeliharaan rutin jalan sepanjang 0,40 kilometer, rehabilitasi minor sepanjang 9,00 kilometer, rehabilitasi mayor sepanjang 0,90 kilometer, dan rekonstruksi jalan sepanjang 3,00 kilometer yang dikerjakan oleh PT Bina Kaili.
Selain itu, pekerjaan rutin dan rehabilitasi jembatan masing-masing mencakup 230,80 meter dan 6,10 meter. Pekerjaan ini juga melibatkan perbaikan drainase dan bahu jalan sepanjang 0,21 kilometer, untuk memastikan kualitas jalan dan keamanan pengguna terjaga.
Pentingnya preservasi jalan nasional Toboli-Parigi juga terlihat dari perannya sebagai jalur utama penghubung antara kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, dengan wilayah Provinsi Gorontalo.
Yudha menjelaskan bahwa penggunaan skema SBSN tidak hanya terbatas pada proyek preservasi jalan nasional Toboli-Parigi, tetapi juga diterapkan pada proyek-proyek lain di Sulawesi Tengah.
Baca Juga : Dukung Mitigasi Bencana! Begini Cara BPJN Sulteng Bangun Infrastruktur Tangguh di Kota Palu
“Dengan memanfaatkan potensi pembiayaan melalui SBSN, kami dapat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah ini berjalan sesuai rencana tanpa kendala pendanaan yang berarti,” tambahnya.
Jalur ini mendukung mobilitas sosial ekonomi, pariwisata, dan jalur logistik di Kabupaten Parigi Moutong.
Yudha menambahkan bahwa upaya perbaikan jalan ini juga melibatkan pemasangan lampu penerangan di beberapa titik, untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas pada malam hari.
Proyek preservasi jalan nasional Toboli-Parigi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan transportasi darat di Sulawesi Tengah.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, waktu tempuh antarwilayah dapat dipangkas, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dalam distribusi barang dan jasa.
