Sadiq mengingatkan bahwa Pilkada Damai tidak hanya penting dari sisi sosial tetapi juga dari sisi hukum.
“Komentar seperti itu bisa melanggar aturan karena kampanye belum dimulai. Ini juga bisa dianggap pencemaran nama baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan semacam ini bisa menyebabkan calon didiskualifikasi jika terbukti melanggar ketentuan pemilu.
Pilkada Damai harus didukung oleh semua pihak dengan menghindari tindakan provokatif yang bisa mencederai proses demokrasi.
Selain itu, Sadiq juga menyoroti dampak sosial dari pernyataan yang dapat memprovokasi. Pilkada Damai menjadi terancam ketika calon pemimpin justru memicu kegaduhan di masyarakat.
“Kita semua menginginkan Pemilukada Damai. Jangan sampai masyarakat terbelah hanya karena pernyataan yang tidak seharusnya,” kata Sadiq.
Ia berharap para kandidat lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapatnya, mengingat tanggung jawab besar yang mereka emban.
