Namun, sebut Saifullah, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai III Sulawesi sebelum dilakukan pembangunan jalan dan jembatan. Koordinasi ini penting, sebab kerusakan sarana umum jalan dan jembatan disebabkan menurunkan kualitas sungai dan alur sungai.
“Sebaik apapun jalan dan jembatan yang kita buat, bila sungai tidak diperbaiki, akan sia-sia,” ujar dia.
Putusnya sarana umum disebabkan oleh banjir atau air sungai yang tidak beraturan mengikuti alur. Karena itu, perlu normalisasi sungai agar tidak memberikan dampak yang lebih besar.
Dinas Bina Marga yang dipimpin Kadis Saifullah Djafar meninjau langsung kondisi jalan dan jembatan di Poros Palu Bangga. Tim juga melakukan pemetaan lokasi untuk pengambilan gambar dan karakteristik wilayah.
Penulis : Naskah Antara
