Sepanjang ruas Tompira-Bahonsuai misalkan, ditemukan kondisi jalan mengalami Striping. Di ruas itu terjadi penglupasan lapisan permukaan aspal, hal ini ditenggarai terjadi akibat kurangnya ikatan antara lapisan bawah jalan dan lapisan permukaan atau terlampau tipis ketika masa pelaksanaan proyek.
Kemudian juga jalan berlubang akibat lambat ditangani, kondisi jalan aspal seperti itu dapat terjadi ketika retakan yang dibiarkan tanpa perbaikan sehingga akhirnya air meresap dan membuat rapuh lapisan jalan. Lubang itu awalnya kecil dan berkembang menjadi besar yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Memasuki pertengahan tahun 2024 ini penanganan paket preservasi ruas jalan nasional di sepanjang Beteleme-Tompira-Kolonedale-Bahonsuai-Bungku masih berjalan. Preservasi ruas jalan lintas timur Provinsi Sulawesi Tengah itu, rusak ada di mana-mana. Jalur vital penghubung Kabuapten Morowali Utara dan Morowali itu, masih mengkhawatirkan.
Baca Juga : Main Sulap Dokumen Tender 184 Miliar
Anggaran program Preservasi diruas jalan Beteleme-Tompira-Kolonedale-Bahonsuai-Bungku, semakin terkikis dalam 5 tahun terakhir. Program Preservasi untuk pemeliharaan jalan Nasional, Satker PJN Wilayah IV jalan ditempat.
Berdasarkan catatan Trilogi, untuk penanganan ruas jalan Beteleme-Tompira-Kolonedale-Bahonsuai-Bungku, adalah kewenangan dari BPJN Sulawesi Tengah dengan total panjang keseluruhan mencapai 135,93 km.
Peta ruas jalan Nasional di Provinsi Sulawesi Tengah ini, melalui Kepmen PUPR nomor 248/KPTS/M/2015, yang menjadi kewenangan PPK 4.3 Provinsi Sulawesi Tengah di Satker PJN Wilayah IV, medio tahun 2020 sampai dengan 2024 sebagai berikut.
- Pada tahun anggaran 2020 Kementrian PUPR mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Preservasi jalan Beteleme-Tompira-Kolonedale & Tompira-Bahonsuai-Bungku, senilai Rp49.130.936.000, yang dikerjakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati.
- Kemudian pada tahun 2021 dialokasikan kembali anggaran untuk pelaksanaan Preservasi jalan Beteleme-Tompira-Kolonedale & Tompira-Bahonsuai-Bungku, senilai Rp13.116.683.666, yang dikerjakan oleh PT Elim Jaya Pratama.
- Lalu Kemudian pada tahun anggaran 2022 BPJN Sulawesi Tengah kembali mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Preservasi jalan Beteleme-Tompira-Kolonedale & Tompira-Bahonsuai-Bungku, senilai Rp18.325.288.000, yang dikerjakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati.
- Sementara di tahun 2023 berikutnya, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran Negara melalui APBN untuk pemeliharaan jalan pada ruas yang sama sebesar Rp16.779.526.982 dan Rp24,199.061.000 yang dikerjakan kontraktor yang sama yakni PT Mentawa Karyatama Sejati.
- Serta tahun anggaran 2024 ini, di ruas Beteleme-Tompira-Kolonedale-Bahonsuai-Bungku saat ini kembali mendapat alokasi anggaran untuk pemeliharaan jalan sebesar Rp16,510.280.039 yang dikerjakan oleh PT Timur Jaya Kontruksi.
Baca Juga : Main Serong di Gunung Potong
Untuk penanganan ruas jalan dengan total panjang keseluruhan 135,93 km itu, sesuai Kepmen PUPR nomor 248/KPTS/M/2015, yang menjadi kewenanagan Negara, dengan pembiayaanya dibebankan melalui APBN murni.
