Ketua Komisi III DPRD Sigi, Herman Latabe, secara langsung mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat agar dapat membantu pembangunan kantor DPRD. Saat ini, lembaga legislatif tersebut masih menyewa gedung.
“Anggaran daerah kami terbatas. Maka kami berharap pusat dapat memberi dukungan konkret,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menekankan potensi besar di sektor pertanian.
Dalam presentasinya, ia menyebut pencetakan sawah baru di sekitar Danau Lindu sebagai prioritas utama dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Dengan wilayah seluas 5.129 kilometer persegi, Sigi menyimpan potensi besar meski tidak memiliki garis pantai,” tuturnya.
Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menyoroti tekanan fiskal akibat pembiayaan program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Dari 3.200 formasi yang tersedia, anggarannya sangat membebani APBD.
“Jika ini ditanggung pusat, ruang fiskal kami bisa dialihkan ke pelayanan publik,” ujar Samuel.
Ia juga meminta agar 826 formasi tersisa dapat difokuskan kepada peserta yang belum lulus tahap seleksi pertama, termasuk para tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Samuel turut membawa isu lain ke meja pembahasan. Ia meminta pemerintah pusat mendukung perluasan layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu melalui program “Sigi Masagena” yang berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
