TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

622.628 Warga Sulawesi Tengah Tak Gunakan Hak Pilih, Apa Penyebab Turunnya Partisipasi Pemilih ?

“Saya ini sudah lama tinggal di sini, masa kalian tidak kenal saya? Hanya karena persoalan tidak bawa KTP saya, tidak kalian izinkan memilih?” ucapnya dengan nada kecewa.

Kebingungan serupa juga terjadi pada pemilih pemula, yang tidak mengetahui bahwa ijazah dapat digunakan sebagai pengganti KTP.

Warga menyebutkan, informasi terkait aturan baru ini baru diumumkan pada 27 November 2024, hanya beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai.

Akibatnya, banyak yang merasa kehilangan hak pilih karena tidak dapat memenuhi syarat administratif tersebut.

Di sejumlah TPS di Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah, suasana pemungutan suara tampak sepi sejak pagi hingga sore.

Beberapa TPS melaporkan adanya sisa kertas suara yang jumlahnya hampir mencapai setengah dari total pemilih yang terdaftar. Fenomena ini menunjukkan rendahnya partisipasi pemilih, terutama dari kalangan generasi muda.

“Saat Pilpres dan Pileg, suasana sangat meriah dengan banyaknya pemuda yang datang ke TPS. Namun kali ini, terutama di kalangan milenial dan Gen Z, euforia sangat minim. Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai apa yang memengaruhi keterlibatan mereka,” ujar seorang petugas TPS di Kota Palu.

Beberapa pihak berpendapat bahwa kurangnya kampanye yang menyentuh hati pemilih muda menjadi faktor utama rendahnya partisipasi mereka.

Halaman Selanjutnya :Hal ini juga dikuatkan dengan adanya dugaan bahwa fenomena rendahnya partisipasi pemilih...