Disusul oleh Polresta Palu dengan 5 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 2 korban meninggal dunia, 3 korban luka berat, dan 6 korban luka ringan.
“Kendaraan yang terlibat kecelakaan didominasi oleh sepeda motor sebanyak 42 unit, diikuti oleh mobil barang 11 unit, dan mobil penumpang 4 unit. Jenis kecelakaan yang paling sering terjadi adalah tabrakan depan-depan sebanyak 12 kasus,” tambah AKBP Sugeng Lestari.
Fakta lain yang memprihatinkan adalah keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Tinombala 2024. Dua pelaku kecelakaan berusia kurang dari 14 tahun, dan satu pelaku berusia 15-16 tahun.
“Walaupun Operasi Patuh Tinombala 2024 besok berakhir, diharapkan masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara di jalan raya dengan mematuhi aturan dan tertib dalam berlalu lintas,” pungkas AKBP Sugeng Lestari.
Operasi Patuh Tinombala 2024 bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalan raya.
