Dari sisi waktu memerintah mendekati Deng, dan dari program senafas dengan Lee dan Deng yaitu prorakyat dan menuju perubahan. Pada priode pertama program Jokowi lebih kepada pemerataan, kesimbangan antarwilayah dan fokus kepada pengembangan infrastruktur seperti program Tol Laut, Tol Darat, Transportasi Massal, Pelabuhan, Bandara dan Kereta Api.
Hasilnya telah dapat di lihat antara lain Jawa dan Sumatra telah dihubungkan oleh Tol, di Jakarta, ibukota negara ada Mass Rapid Transit, MRT dan Light Raill Transit, LRT untuk mengurangi kemacetan, telah terbangun sejumlah bandara perintis maupun Internasional, Tol di Kalimantan dan KA di Sulawesi, Energi Listrik terbarukan, infrastruktur jalan di Papua, program satu harga BBM dan diakhir masa jabatan periode pertama memastikan pemindahan ibukota Negara ke luar Jawa.
Di periode kedua 2019 -2024 Jokowi bersama Mar’uf Amin akan fokus pada lima program yaitu Pengembangan Ifrastruktur, SDM, Investasi dan Eksport, Reformasi Birokrasi dan Struktur serta Penghematan Penggunaan APBN. Harapan kita tentunya pogram-program Jokowi-Mar’uf di priode kedua ini akan memperkuat fondasi untuk memanfaatkan keunggulan komparatif SDA dan Bonus demografi menuju Indonesia Hebat 2050.
Jokowi-Ma’ruf tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri, tetapi harus didukung dan berada pada satu frekuensi dengan daerah. Pemimpin di daerah juga harus membangun dan memiliki visi yang sama dengan pemimpin nasional.
Pemimpin Daerah
Indonesia Hebat 2050 bisa dicapai kalau pemimpin daerah berpikir dan bekerja dalam satu frekuensi dengan pemimpin nasional. Mengutip pernyataan Jokowi di manado di saat melakukan kunker di Manado 4 – 5 Juli 2019 bahwa “ Program Daerah harus diintegrasikan dengan Pusat”.
Biaya mahal bukan lagi soal, tetapi lebih kepada bagaimana investasi itu dapat memberi manfaat yang lebih besar kepada rakyat dan Negara. Kita harus terbuka untuk investasi, tapi syaratnya kita semua harus optimis. Membangun jembatan dari Bitung ke pulau Lembehpun dapat kita lakukan, selama mau bersama-sama. Tahun 2020 dan 2022 sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemilihan kepala daerah mulai gubernur sampai kepada bupati dan walikota.
Harapan kita bahwa yang terpilih adalah kepala daerah berkarakter visioner yaitu “penerobos batas, mampu melihat dibalik bukit, dan berpikir multi dimensi” agar berada dalam satu frekuensi dalam berpikir dan bekerja dengan pimpinan nasional.
