TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

MENJADI INDONESIA HEBAT 2050, BUTUH PEMIMPIN PERUBAHAN

Ada kemiripan pendekatan yang dipergunakan Deng dengan Lee dalam melakukan pembaharuan di China yaitu lebih mengedepankan keterlibatan rakyat dalam proses pembangunan, menggeser paham Mao yang lebih kepada penguasaan negara terhadap sejumlah sumberdaya.

Pembeda antar Lee dan Deng terletak pada tingkat kesulitan yang dihadapi. China memiliki luas wilayah yang besar dengan penduduk paling padat, sedangkan Singapura luas wilayah kecil dengan jumlah penduduk tingkat kepadatan yang sedang.

Keterbukaan Pemerintahan Deng dapat ditandai dari beberapa slogan antara lain “sama rata sama rasa”, yang maknanya seseorang harus dihargai berdasarkan kemampuan dan kerja kerasnya, sehingga ini juga menjadi motivasi bagi rakyatnya.

Slogan lain yang fenomenal adalah “Tak mengapa kucing itu berwarna hitam atau putih Selama dia bisa menangkap tikus”, kata Deng terkait politik luar negeri China. Artinya Deng terbuka dengan siapa saja, yang penting dapat membawa perubahan. Deng dalam mengejar ketertinggalannya fokus kepada empat pilar pembangunan yaitu pertanian, industri, teknologi dan pertahanan.

Tidak mengherankan kalau saat ini China dengan penduduk 1,3 milyar jiwa memiliki kekeuatan ekonomi peringkat ke-2 dunia setelah Amerika Serikat dengan nilai PDB sebesar 13,6 triliun USD dan pendapatan perkapita sebesar 9.776 USD. Sebagai pembanding Indonesia di tahun 2018 dengan penduduk 260 juta jiwa nilai PDB sebesar 1,04 triliun USD dengan pendapatan perkapita sekitar 3.927 USD.

Soeharto dan Jokowidodo

Soeharto memimpin Indonesia hampir 32 tahun seperti halnya Lee Kuan Yew, namun hasilnya berbeda. Boleh jadi, perbedaan itu lebih disebabkan Indonesia merupakan negara memiliki puluhan ribu pulau, pantai terpanjang, penduduk yang padat dengan berbagai ragam budaya serta kondisi SDM saat itu yang kurang menunjang.

Jokowidodo adalah Presiden ketujuh Indonesia Bersama Jusuf Kalla sebagai wakilnya segera menyelesaikan kepemimpinan periode pertama (2014 – 2019), dan insyah Allah akan melanjutkan ke periode kedua (2019 -2024). Ada kemiripan antara Jokowi, Lee dan Deng.

Halaman Selanjutnya :Pemimpin Daerah
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.