TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KEPUL ASAP DAPUR INDO HIKMA

Memang sungguh ironis anggaran yang di gelontorkan oleh Pemerintah pusat sebanyak puluhan miliar untuk menggeber sejumlah proyek pemeliharaan rutin dihasilkan dengan kwalitas pekerjaan yang sangat buruk. Tentunya banyak yang menuding jika penyelenggara proyek bersama kontraktor pelaksana ada indikasi main mata untuk memikirkan keuntungan semata ketimbang kwalitas hasil pekerjaan.

Dengan mengusung slogan jalan nasional mantap. Achmad Cahyadi kepala BPJN Sulteng gencar membangun proyek infrastruktur hingga kebagian pelosok di daerah Provinsi Sulteng. Mimpi besarnya menyediakan jaringan konektivitas di semua wilayah dan memupus kesenjangan ekonomi di sekujur daerah di Sulteng. Terbagi menjadi proyek strategis daerah, total kebutuhan anggaran infrastruktur pada 2017 mencapai Rp 3 Triliun lebih. Dari jumlah itu, dipecah pecah, salah satunya dana pemeliharaan pada ruas jalan wilayah II yang ditangani PPK Hikma.

Lemahnya pengawasan untuk pemeliharaan jalan wilayah II yang dinilai banyak pihak sebagai mengambur hamburkan uang negara itu, dituding sebagai faktor utama. Salah satu sumber Trilogi.co menjelaskan ada tiga hal yang menyebabkan jalan rusak meski tengah di perbaiki. Pertama pembangunan atau perbaikan jalan tidak dibarengi dengan pembangunan dan perbaikan drainase. Menurut sumber, banyak drainase saat ini yang ada tertutup dan dipenuhi endapan lumpur serta sampah. Sehingga, ketika musim hujan turun, air yang menjadi musuh utama perbaikan jalan kembali berulah merusak jalan.

Apalagi banyak perusahan tidak menyediakan drainase yang baik dan membuat seluruh air hujan yang jatuh di perusahaan tersebut tumpah ruah kejalan. Kedua tambah sumber, banyaknya kenderaan, yang masih melanggar melintasi jalan dengan kendaraan notase berat meski dilarang. Dan ketiga, kerusakan jalan disebabkan karena spesifikasi bahan aspal/hotmix dan beton yang dilakukan tidak sesuai dengan diterapkan dan dikerjakan asal asalan.

Penulis : Tim/ Trilogi.co

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.