TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Jejak Gelap Tender Jalan Nasional

Pagi itu layar portal pengadaan e-Katalog v6 milik BPJN Sulawesi Tengah menampilkan dua pengumuman singkat.

Paket pekerjaan preservasi jalan Batui–Toili–Rata–Baturube kembali dibuka di susul dengan Paket pekerjaan preservasi Jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube. Total nilainya lebih dari Rp25 miliar.

Bagi kontraktor yang mengikuti tender jalan nasional, pengumuman itu tampak biasa.

Namun beberapa minggu kemudian paket itu menghilang dari sistem. Tender dibatalkan. Lalu muncul lagi. Dibatalkan lagi.

Baca Juga : Tabola-bale Kasus Sawit PT RAS

Di balik angka penawaran dan dokumen digital di sistem e-Katalog Kementerian PU, sejumlah peserta mulai mencium sesuatu yang janggal.

Tender proyek preservasi jalan nasional dan Preservasi Jembatan Nasional itu, menurut mereka, seolah berjalan dalam pola yang sulit dijelaskan.

“Jujur saja kanda, kami menduga tender ini sarat manipulatif,” kata Ican, kuasa dari PT Palindo Cipta Nusantara, kepada Trilogi. “Dua kali tender dibatalkan. Sepertinya ada sesuatu yang ingin diakomodir.”

Proyek yang dipersoalkan tersebut berada di bawah kendali PPK 3.4 Provinsi Sulawesi Tengah pada satuan kerja PJN Wilayah III.

Nilai paket pekerjaan mencapai puluhan miliar rupiah, angka yang cukup besar untuk proyek tender preservasi jalan nasional.

Baca Juga : Kasus PT RAS | Disidik-Disidik, Wassalam !

Namun yang membuat peserta bertanya-tanya bukan sekadar nilai proyek. Melainkan pola proses tender yang berulang kali berubah dan terkesan janggal.

Dokumen kronologi yang dihimpun Trilogi menunjukkan proses tender dimulai pada 8 Januari, ketika paket pekerjaan Preservasi Jalan Batui–Toili–Rata–Baturube pertama kali diumumkan.

Namun pada 26 Januari, proses tersebut dibatalkan dengan alasan hanya ada satu peserta yang memasukkan penawaran.

Pada hari yang sama, tender kembali ditayangkan. Anehnya, hampir sebulan kemudian, tepatnya 23 Februari, proses itu kembali dibatalkan. Kali ini tanpa penjelasan rinci di sistem e-katalog BPJN Sulteng.

Baca Juga : Panas Dingin Bara Sawit PT RAS

Baru setelah itu tender kembali dibuka untuk ketiga kalinya. Dalam tahap ini tercatat tiga peserta yang memasukkan penawaran:

  1. PT Palindo Cipta Nusantara – Rp10.100.773.327
  2. CV Medina Al Fatih – Rp10.712.321.246
  3. CV Dian Ayu Sejahtera – Rp10.874.773.685

PT Palindo Cipta Nusantara sebenarnya menjadi perusahaan dengan harga penawaran terendah dalam paket tender jalan nasional tersebut. Namun perusahaan itu justru digugurkan.

kejanggalan tender jalan nasional di Sulawesi Tengah

Alasan yang tercantum dalam dokumen evaluasi mengacu pada IKP 38.4, yang menyebutkan pengalaman yang tidak tercantum pada sistem SIMPAN tidak dapat dievaluasi.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Anggaran Bocor di Proyek Bencana