TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Jejak Gelap Tender Jalan Nasional

“Pengalaman ahli K3 kami dianggap tidak tercantum di SIMPAN,” kata Ican. “Padahal dokumen fisiknya sudah kami unggah.”

Baca Juga : Anggaran Bocor di Proyek Bencana

Menurut dia, jika terdapat perbedaan data antara dokumen dan sistem digital, panitia seharusnya melakukan klarifikasi.

“Ini langsung digugurkan tanpa klarifikasi. Kami menilai ini melanggar prinsip persaingan sehat dalam tender proyek jalan nasional,” ujarnya.

Kekecewaan juga datang dari peserta lain. Andra, Direktur CV Dian Ayu Sejahtera, mengaku heran dengan pola evaluasi yang dilakukan penyelenggara tender PPK 3.4 Provinsi Sulawesi Tengah.

“Terus terang kami menduga tender ini sudah dikondisikan sejak awal,” kata Andra. “Tiga kali tender, dua kali dibatalkan. Peserta seperti disisir kutu.”

Menurut dia, selisih harga penawaran antara perusahaannya dan pemenang hanya sekitar seratusan juta rupiah.

Baca Juga : Temuan Lawas di Proyek Bencana

“Jejak digital ada semua. Silakan audit dokumen perusahaan pemenang. Kami hanya minta proses tender proyek jalan BPJN Sulteng ini diperiksa,” katanya.

Pada akhirnya, CV Medina Al Fatih ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai Rp10.712.321.246.

Beberapa peserta mempertanyakan kelayakan pengalaman perusahaan tersebut dalam pekerjaan jalan.

Pola yang hampir sama juga muncul dalam paket lain, yakni Tender Preservasi Jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube dengan pagu anggaran Rp16.064.897.869,72.

Peserta yang mengikuti tender ini antara lain:

  1. PT Priangan Bangun Nusantara – Rp14.479.229.952
  2. PT Mentawa Karyatama Sejati – Rp14.666.307.082
  3. PT Citra Putera Laterang – Rp15.769.461.514

Menurut Zainal, kuasa direktur PT Priangan Bangun Nusantara, perusahaan mereka dua kali digugurkan dengan alasan pengalaman manajer proyek tidak sesuai.

Padahal, kata dia, seluruh data pengalaman sudah tercatat dalam sistem ESIMPAN tenaga ahli konstruksi.

“Kami bahkan mencantumkan link dan user untuk melihat pengalaman tenaga ahli di sistem,” kata Zainal. “Tapi PPK tidak membuka link di e-SIMPAN tersebut.”

polemik tender preservasi jalan Batui Toili Rata Baturube

Dalam dua kali proses tender, PT Priangan Bangun Nusantara tetap berada di posisi penawaran terendah. Namun perusahaan itu tetap digugurkan.

Pada akhirnya PT Citra Putera Laterang ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp15.769.461.514, yang justru merupakan penawaran tertinggi dari harga penawaran peserta lain dalam paket tender jembatan nasional tersebut.

Perbandingan harga penawaran menunjukkan selisih sekitar Rp1,29 miliar antara penawaran terendah dan harga pemenang tender jembatan.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Kasak Kusuk di Proyek Lindu