Calon lainnya, Iwan Lapata dan Arus Abdul Karim, masing-masing memperoleh 2,75 persen dan 0,31 persen, sementara 43,48 persen responden belum menentukan pilihan mereka.
Muhidin menegaskan bahwa meski hasil survei pertama sudah ada, Golkar belum terburu-buru dalam membuat keputusan akhir.
Menurutnya, politik bersifat dinamis dan memerlukan pertimbangan yang matang.
“Politik tidak bisa tergesa-gesa. Kami harus melihat hasil survei yang ketiga juga sebelum menentukan pilihan final,” jelasnya.
Sementara itu, Golkar telah mengeluarkan surat tugas kepada dua bakal calon gubernur, yaitu Arus Abdul Karim dan Iwan Lapata.
Surat tugas ini menunjukkan bahwa kedua kandidat tersebut merupakan bagian dari proses seleksi awal yang dilakukan oleh Golkar.
“Saat ini, Arus Abdul Karim dan Iwan Lapata baru mendapatkan surat tugas. Ini adalah langkah awal dari proses yang lebih panjang,” tambah Muhidin.
Baca Juga : Mengungkap Program Sulteng NAMBASO dari Pasangan BERANI Anwar Reny untuk Pilgub Sulteng 2024
Klaim mengenai calon gubernur yang telah mendapatkan rekomendasi Golkar menjadi isu hangat di kalangan pengamat politik.
